Padang — Empat kabupaten di Provinsi Sumatera Barat hingga kini masih menghadapi dampak bencana yang cukup berat dan memerlukan perhatian khusus pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memaparkan penanganan bencana di Kota Padang, Selasa (13/1/2026).
Mendagri menjelaskan, hasil pemetaan dampak bencana menunjukkan kondisi di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan tergolong lebih berat dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat yang mulai berangsur pulih.
Menurut Tito, kompleksitas permasalahan di empat wilayah tersebut mencakup kerusakan sarana pendidikan, keterbatasan akses jalan, terganggunya aktivitas pasar, hingga layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kondisi ini membutuhkan penanganan teknis yang terkoordinasi dari berbagai kementerian dan lembaga terkait.
“Kalau melihat petanya, memang kita menilainya cukup berat dan membutuhkan perhatian khusus,” ujar Tito.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa daerah lain di Sumatera Barat belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana. Ia mencontohkan Kabupaten Solok yang masih mengalami gangguan akses sehingga tetap memerlukan penanganan lanjutan.
Untuk mendukung percepatan pemulihan di daerah terdampak, Mendagri menyampaikan pemerintah pusat akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Sejumlah kementerian yang terlibat dalam penanganan tersebut antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian UMKM.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan pembangunan di tengah proses pemulihan pascabencana. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memastikan roda pemerintahan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan agar produktivitas warga tidak terganggu.
Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat berdampak terhadap 307.936 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat 264 orang meninggal dunia, 72 jiwa dinyatakan hilang, 401 orang mengalami luka-luka, serta 10.854 warga terpaksa mengungsi. Secara keseluruhan, sebanyak 296.345 jiwa tercatat terdampak bencana.