Google DeepMind Suntik Fenris Creations, Jadikan Eve Online Lab AI

Penulis: Bastian Sihombing  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 17:59:02 WIB
Google DeepMind resmi mengakuisisi saham minoritas di Fenris Creations untuk riset AI menggunakan data Eve Online.

Google DeepMind resmi mengakuisisi saham minoritas di Fenris Creations guna melatih kecerdasan buatan melalui data perilaku pemain gim MMORPG Eve Online. Langkah strategis ini memanfaatkan simulasi ekonomi dan politik kompleks untuk memperluas kapabilitas AI dalam perencanaan jangka panjang. Kolaborasi tersebut mengincar data interaksi sosial dinamis dari salah satu ekosistem virtual paling rumit di dunia.

saham minoritas di Fenris Creations guna melatih kecerdasan buatan melalui data perilaku pemain gim MMORPG Eve Online. Langkah strategis ini memanfaatkan simulasi ekonomi dan politik kompleks untuk memperluas kapabilitas AI dalam perencanaan jangka panjang. Kolaborasi tersebut mengincar data interaksi sosial dinamis dari salah satu ekosistem virtual paling rumit di dunia. ISI:

Google DeepMind membidik ekosistem gim sebagai laboratorium untuk mengasah kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru. Investasi pada Fenris Creations membuka akses data dari Eve Online, salah satu gim fiksi ilmiah paling rumit di dunia. Judul ini menawarkan simulasi ekonomi, politik, hingga strategi militer mendalam dengan ratusan ribu pemain aktif bulanan.

Simulasi Perilaku Manusia sebagai Laboratorium AI

Direktur DeepMind menegaskan bahwa kemenangan dalam Eve Online menuntut keterampilan yang belum dikuasai AI saat ini. Pemain kerap menerapkan taktik di luar mekanisme kode, mulai dari diplomasi, penipuan, hingga manipulasi pasar terorganisir. Karakteristik unik inilah yang diincar Google guna melatih AI memahami konteks sosial yang lebih luas.

CEO Fenris Creations melabeli Eve Online sebagai "bos terakhir bagi AI dalam gim". Pola permainan di dunia virtual tersebut mencerminkan kondisi manusia saat didorong hingga titik ekstrem. AI diharapkan mampu menyerap strategi perencanaan jangka panjang dan pembelajaran berkelanjutan layaknya para pemain veteran.

Kemandirian Fenris dan Investasi Jutaan Dolar Google

Kesepakatan ini terjalin setelah Fenris Creations memisahkan diri menjadi entitas independen. Perusahaan asal Islandia tersebut baru saja membeli kembali hak kekayaan intelektual Eve Online dari pengembang Korea Selatan, Pearl Abyss. Transaksi buyback senilai 120 juta dolar AS (sekitar Rp1,92 triliun) tersebut dibayar menggunakan kombinasi uang tunai dan aset kripto.

Suntikan dana "jutaan dolar" ini menempatkan Google sebagai pemegang saham minoritas. Modal tersebut menjadi amunisi krusial bagi Fenris untuk memacu pengembangan proyek baru di bawah payung waralaba yang sama. Berikut adalah beberapa proyek yang tengah digarap Fenris:

  • Eve Frontier: Penerus langsung Eve Online yang kini dalam tahap pengembangan awal.
  • Eve Vanguard: Gim tembak-menembak bergenre extraction adventure shooter yang terhubung dengan semesta utama.
  • Riset AI Terisolasi: Penelitian awal DeepMind yang berjalan di server khusus tanpa mengganggu pengalaman pemain publik.

Dampak Riset Terhadap Masa Depan Waralaba Eve

Manajemen Fenris menjamin riset DeepMind tidak akan mengusik keseimbangan permainan. Penelitian awal berfokus pada pengamatan perilaku pemain di server terisolasi. Hasil kolaborasi ini diharapkan mampu memperkaya pengembangan gim masa depan guna menciptakan pengalaman yang lebih imersif.

Eve Online akan genap berusia 23 tahun pada 2026 dengan basis penggemar loyal. Sepanjang kuartal keempat 2025, gim ini mencatatkan performa finansial terbaik kedua sepanjang sejarahnya dengan rekor aktivitas tertinggi pada November. Kehadiran DeepMind diprediksi memperkuat posisi Fenris dalam menjaga relevansi gim legendaris ini di tengah persaingan industri.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top