DHARMASRAYA — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan langsung usulan itu dalam pertemuan bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pemerintah daerah ingin kawasan ini menjadi pusat hilirisasi kelapa sawit di wilayah timur Sumatera Barat.
Kawasan industri terintegrasi itu akan fokus pada pengolahan crude palm oil (CPO), industri oleokimia, hingga produksi pakan ternak. Annisa menilai hilirisasi sawit selama ini masih didominasi ekspor bahan mentah sehingga nilai tambahnya belum maksimal.
Dampak Ekonomi dan Konektivitas Kawasan
Menurut Annisa, letak Dharmasraya di jalur penghubung Sumatera Barat, Riau, dan Jambi menjadi keunggulan tersendiri. Wilayah ini berpotensi menjadi pusat distribusi dan logistik di kawasan barat Pulau Sumatera.
Untuk memperkuat akses, Pemkab Dharmasraya juga mengusulkan pembangunan feeder tol yang terhubung dengan Jalan Tol Trans Sumatera. “Jika masuk PSN, dampaknya akan sangat besar, baik dari sisi investasi, penciptaan lapangan kerja, maupun penguatan rantai industri sawit nasional,” ujar Annisa dalam keterangan yang dikutip dari Kominfo Dharmasraya, Sabtu (23/5/2026).
Dukungan Penuh dari Pemerintah Provinsi
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai kawasan industri sawit terintegrasi bisa menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Sumbar.
“Ini bukan sekadar pembangunan kawasan industri, tetapi langkah strategis untuk menjadikan Dharmasraya sebagai pusat hilirisasi sawit dan penggerak ekonomi baru di Sumbar,” ujar Vasko.
Pertemuan itu juga dihadiri Bupati Sijunjung Benny Dwifa serta Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison. Langkah selanjutnya, pemerintah daerah akan menunggu kajian dan evaluasi dari Bappenas terkait kelayakan usulan PSN tersebut.