SIMPANG EMPAT — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mulai mematangkan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya laut melalui kerja sama dengan dunia pendidikan. Langkah ini ditandai dengan kunjungan lapangan ratusan civitas akademika dari Universitas Riau (UNRI) ke sejumlah titik sentral perikanan di wilayah tersebut, Jumat (8/5).
Plt. Kepala Dinas Perikanan Pasaman Barat, Jon Endri, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki garis pantai panjang dengan kekayaan laut melimpah yang butuh pengelolaan berbasis riset. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan terobosan dalam pemberdayaan nelayan serta peningkatan nilai tambah produk perikanan lokal.
Fokus utama dalam kunjungan ini tertuju pada UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah II Air Bangis. Fasilitas tersebut merupakan urat nadi aktivitas perikanan tangkap yang menjadi sumber penghidupan utama bagi ribuan nelayan di pesisir Pasaman Barat.
Pemkab Pasaman Barat saat ini terus memacu pembangunan infrastruktur pelabuhan guna mendukung konektivitas ekonomi. Jon Endri menegaskan, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan butuh sentuhan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi.
"Pengelolaan sumber daya perikanan membutuhkan dukungan riset, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi agar pembangunan sektor tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Jon Endri saat mewakili Bupati Pasaman Barat, Yulianto.
Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pertukaran data, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan. Kehadiran akademisi diharapkan mampu memetakan dinamika lapangan yang selama ini dihadapi oleh para pelaku industri perikanan di Pasaman Barat.
Pihak pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan akademik yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Sinergi ini diproyeksikan menjadi sarana pertukaran informasi yang intensif antara praktisi di lapangan dengan para peneliti dari kampus.
Ketua Rombongan UNRI, Prof. Ir. Darwis, M.Si., mengungkapkan bahwa sebanyak 189 mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan (SEP) diterjunkan langsung untuk melihat dinamika sektor perikanan. Mereka didampingi oleh 10 dosen pengampu dari berbagai disiplin ilmu terkait.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai mata kuliah strategis, mulai dari E-Bisnis Perikanan, Ekonomi Produksi, hingga Kebijakan Strategi Pembangunan. Hal ini bertujuan agar calon sarjana perikanan memiliki pemahaman komprehensif mengenai tata kelola industri dari hulu ke hilir.
"Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang baik dalam mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan," kata Prof. Darwis. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari proses akademik untuk mengenalkan mahasiswa pada potensi nyata daerah.