PADANG — Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat tengah mengebut pengerjaan jalan provinsi ruas Payakumbuh-Sitangkai. Proyek yang dibiayai melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 ini ditargetkan selesai seratus persen pada awal semester kedua tahun depan.
Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, menekankan pentingnya menjaga ketahanan jalan yang sudah diperbaiki dengan anggaran APBN sebesar Rp 75 miliar tersebut. Ia menyoroti aktivitas tambang galian C di sekitar lokasi yang berpotensi merusak struktur aspal jika tidak diawasi ketat oleh pihak terkait.
"Jalan ini adalah jalan provinsi yang dibangun dengan APBN intervensi dan hampir selesai. Kami berharap agar setiap pihak terkait dapat berkomunikasi agar jalan ini dijaga sebab memang ada aktivitas tambang galian C di wilayah sekitar," ujar Andre Rosiade di Padang, Minggu.
Andre meminta pemerintah provinsi selaku pemegang kewenangan izin galian C dan status jalan untuk memastikan kendaraan yang melintas tidak melebihi beban maksimal delapan ton atau satu sumbu tunggal. Menurutnya, aktivitas tambang tetap boleh berjalan asalkan mematuhi aturan tonase demi menjaga kesinambungan infrastruktur yang telah dibangun.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa kemajuan fisik di lapangan menunjukkan tren positif sesuai dengan laporan progres dari kontraktor. Pihaknya optimistis pengerjaan akan rampung tepat waktu sesuai dengan masa berakhirnya kontrak kerja yang telah disepakati.
"Saat ini pembangunan hampir rampung. Sesuai laporan progres dari kontraktor, ini dapat selesai sesuai tanggal kontrak berakhir," kata Elsa Putra Friandi.
Dari total 8,4 kilometer jalan yang diperbaiki, BPJN menerapkan dua jenis perkerasan untuk menyesuaikan dengan beban kendaraan. Sepanjang 5,5 kilometer menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) untuk kekuatan ekstra, sementara sisanya sepanjang 2,9 kilometer diselesaikan dengan lapisan aspal hotmix.
Meski ruas Payakumbuh-Sitangkai hampir tuntas, pemerintah sudah menyiapkan rencana lanjutan untuk menyambung akses hingga ke Batusangkar. BPJN Sumbar kini menunggu arahan pusat untuk mengusulkan perbaikan sisa jalan sepanjang 20 kilometer lagi melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026.
Andre Rosiade menambahkan bahwa komitmen perbaikan jalan ini akan terus didorong hingga mencapai target total sebelum tahun 2029. Upaya ini dilakukan agar konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat semakin lancar dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal di wilayah sekitarnya.
"Intinya kita usahakan sebelum 2029, semua perbaikan jalan dari Payakumbuh hingga ke Batusangkar selesai," pungkasnya.