PADANG — Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang, organisasi perempuan yang lahir dari semangat Pahlawan Nasional Roehana Koeddoes, resmi mengukuhkan kepengurusan baru pada Selasa (12/5) di Padang. Yulia Fuazia ditetapkan sebagai Ketua Umum, menggantikan kepengurusan sebelumnya.
Pengukuhan ini dilakukan di tengah situasi yang menurut Yulia jauh berbeda dengan masa perjuangan Roehana Koeddoes seabad lalu. “Tahun 1911, ketika perempuan Minang masih banyak yang dipingit, seorang perempuan muda bernama Roehana Koeddoes mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia di Koto Gadang. Beliau ajarkan perempuan menulis, menenun dan berdagang,” ujar Yulia dalam sambutannya.
Yulia menjelaskan, Roehana Koeddoes juga menerbitkan Soenting Melajoe pada 1912, surat kabar perempuan pertama di Indonesia. Semangatnya, kata Yulia, sangat jelas: “Perempuan harus cadiak, tapi indak buliah lupo jo dapua. Pandai manulis tapi jan sampai tingga hati.”
Namun, tantangan kini telah bergeser drastis. Jika dulu perempuan berjuang melawan buta huruf, saat ini ancaman terbesar justru datang dari rendahnya literasi digital. Yulia menyebut, buta digital membuat banyak ibu rumah tangga menjadi korban pinjaman online ilegal karena minimnya pemahaman tentang keamanan teknologi.
Persoalan kedua adalah kerentanan ekonomi. Yulia mengungkapkan data BPS tahun 2025 yang menunjukkan sebanyak 62 persen pelaku UMKM di Padang dikelola oleh perempuan. Namun, hanya sekitar 30 persen dari mereka yang memiliki akses terhadap permodalan formal. Artinya, mayoritas usaha kecil perempuan masih bergerak di sektor informal tanpa jaring pengaman finansial yang memadai.
Masalah ketiga yang tak kalah serius adalah meningkatnya angka kekerasan dalam rumah tangga. Yulia mengatakan, KDRT mengalami kenaikan hingga 11 persen dalam setahun terakhir. Lebih memprihatinkan, masih banyak korban yang takut melapor karena faktor sosial dan ekonomi yang membelenggu.
“Apa kata beliau (Roehana Koeddoes) waktu itu? Perempuan harus cerdas akalnya, terampil tangannya, lembut hatinya, tapi kokoh pendiriannya. Inilah DNA organisasi Roehana Koeddoes,” tegas Yulia.
Ke depan, Perkumpulan Roehana Koeddoes Padang berencana memperkuat program literasi digital dan pendampingan hukum bagi perempuan. Organisasi ini juga akan mendorong akses permodalan bagi pelaku UMKM perempuan di Padang agar tidak terus terpinggirkan.