SUMATERA BARAT — Penundaan ini diumumkan langsung oleh Oliver Blume dalam sebuah wawancara. Ia mengatakan bahwa Golf EV yang sepenuhnya bertenaga baterai kini dijadwalkan meluncur di penghujung dekade ini, atau sekitar 2029. Padahal, model tersebut sebelumnya sudah ditetapkan sebagai salah satu andalan VW dalam transisi ke kendaraan listrik.
Blume beralasan bahwa pengembangan Golf EV tidak perlu dikebut karena permintaan pasar terhadap mobil listrik belum stabil di Eropa. “Kami tidak membutuhkannya secepat itu,” ujarnya, dikutip dari wawancara dengan media Jerman. Pernyataan ini menandai perubahan sikap dari rencana agresif VW di masa lalu.
Keputusan ini juga mencerminkan strategi baru Blume yang lebih pragmatis. Ia lebih memilih mengoptimalkan platform yang sudah ada, seperti MEB, untuk model-model listrik yang sudah dipasarkan, ketimbang terburu-buru meluncurkan Golf EV generasi baru.
Penundaan Golf EV punya implikasi besar. Golf adalah model ikonik Volkswagen yang sudah diproduksi sejak 1974. Dengan mundurnya jadwal ini, VW kehilangan satu produk kunci untuk bersaing dengan pesaing seperti Tesla Model 3 atau kendaraan listrik China yang makin agresif di Eropa.
Di sisi lain, langkah ini memberi VW waktu lebih untuk menyempurnakan teknologi. Golf EV kabarnya akan menggunakan arsitektur SSP (Scalable Systems Platform) yang lebih canggih, bukan platform MEB yang sekarang dipakai ID.3. Platform SSP ini baru siap pada akhir dekade, sehingga penundaan justru menyelaraskan jadwal produk dengan kesiapan teknologi.
Meski Golf EV ditunda, VW tidak menghentikan elektrifikasi. Model ID.3 dan ID.4 tetap diproduksi dan terus diperbarui. Bahkan, VW baru saja meluncurkan ID.7 sebagai sedan listrik flagship. Artinya, penundaan ini hanya berlaku untuk Golf EV, bukan seluruh lini kendaraan listrik VW.
Bagi konsumen Indonesia, dampaknya belum terasa langsung karena Golf tidak pernah dijual resmi di sini. Namun, keputusan ini bisa mempengaruhi strategi global VW Grup, termasuk merek-merek di bawahnya seperti Audi dan Skoda, yang produknya kerap menjadi acuan pasar mobil Eropa di Indonesia.
Apakah Golf EV batal total diluncurkan?
Tidak. Golf EV hanya ditunda hingga 2029. Volkswagen tetap berkomitmen menghadirkan versi listrik dari model ikoniknya, namun dengan jadwal yang lebih realistis sesuai kesiapan platform dan kondisi pasar.
Apa yang menyebabkan VW mengubah jadwal?
Penyebab utamanya adalah permintaan mobil listrik yang melambat di Eropa dan fokus VW pada pengembangan platform SSP yang belum rampung. CEO baru VW, Oliver Blume, memilih pendekatan yang lebih hati-hati dibanding pendahulunya.