PADANG PARIAMAN — Destinasi wisata pesisir Pantai Tiram di Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, bakal memiliki ikon baru berupa jembatan lengkung baja. Pemerintah kabupaten melalui Disparpora memulai langkah penataan kawasan yang selama ini menjadi favorit wisatawan di pesisir Sumatera Barat itu.
Rencana pembangunan Through Arch Bridge—jembatan lengkung tembus dengan dek di bawah struktur lengkung—telah masuk dalam masterplan. Jembatan untuk pejalan kaki ini dirancang membentang sekitar 80 meter dari kawasan kuliner menuju Pantai Tiram yang dipenuhi pohon pinus.
Berdasarkan masterplan yang disosialisasikan, jembatan ini memiliki lebar 2 meter dengan struktur utama menggunakan baja pipa. Struktur atap juga memakai pipa baja, sementara penutup atap menggunakan perforated metal sheet.
Pondasi jembatan berbentuk telapak, dan seluruh bagian baja dilapisi cat anti karat. Spesifikasi ini dirancang untuk menahan kondisi cuaca pesisir yang lembap dan mengandung garam.
Langkah awal penataan ditandai dengan sosialisasi yang dipimpin langsung Kepala Disparpora Padang Pariaman, Anton Wira Tanjuang, bersama jajarannya, Rabu kemarin. Kegiatan itu dihadiri seluruh pemilik kedai nasi dan pelaku usaha kuliner di sepanjang kawasan Pantai Tiram.
“Kehadiran Through Arch Bridge akan menjadi icon baru untuk destinasi wisata Padang Pariaman. Sehingga diharapkan daya tarik tersendiri mengunjungi kawasan Pantai Tiram nantinya,” ucap Anton Wira Tanjung saat dihubungi wartawan, Kamis sore (14/5/2026).
Anton menegaskan pemerintah daerah ingin menghadirkan wajah baru Pantai Tiram yang lebih tertata, bersih, nyaman, dan mampu bersaing sebagai destinasi unggulan. Sektor pariwisata, menurutnya, menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para pemilik kedai nasi yang menggantungkan hidup dari wisata kuliner menyambut positif rencana ini. Mereka berharap penataan mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan memperkuat ekonomi setempat.
Dukungan juga datang dari tokoh adat Tiram Tapakis. Ninik mamak setempat, Dt. Majo Basa dan Dt. Tan Basa selaku pucuk adat, menyatakan kesiapan mendukung langkah pemerintah daerah. Menurut mereka, pembenahan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga menjaga marwah daerah agar memiliki wajah pariwisata yang tertib, nyaman, dan membanggakan.
Disparpora Padang Pariaman menegaskan pembenahan Pantai Tiram menjadi prioritas pengembangan destinasi wisata daerah tahun ini. Pemerintah daerah berharap, setelah penataan, kawasan tersebut mampu tampil lebih modern tanpa kehilangan nuansa khas pesisir dan budaya masyarakat setempat.