Angka Kematian TBC di Indonesia Capai 126 Ribu Per Tahun, Pemprov Sumbar Gencarkan Kolaborasi Nagari dan Desa

Penulis: Topan Lubis  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 12:30:10 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan data angka kematian TBC nasional dalam rapat koordinasi di Padang.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat kolaborasi dengan nagari dan desa untuk menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) yang diperkirakan mencapai 25 ribu kasus di wilayah tersebut. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa secara nasional, 126 ribu orang meninggal setiap tahun akibat TBC, sebuah angka yang dinilai sangat tinggi untuk penyakit yang sebenarnya bisa diobati.

Angka Kematian Nasional yang Bisa Dicegah

Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Eliminasi TBC di Auditorium Gubernuran, Selasa (12/5/2026), Benjamin menekankan perhatian serius Presiden Prabowo Subianto terhadap pemberantasan TBC. "Padahal TBC bisa diobati dan tidak harus berujung kematian. Presiden minta ini ke depan bisa kita tekan," ujarnya.

Provinsi Sumatera Barat menjadi provinsi ke-24 yang dikunjungi Kementerian Kesehatan untuk memastikan sinergi pusat dan daerah berjalan. Benjamin menambahkan bahwa dari estimasi 25 ribu kasus di Sumbar, baru sekitar 15 ribu yang berhasil ditemukan dan ditangani. Artinya, masih ada sekitar 10 ribu orang yang belum mendapat penanganan intensif.

Peran Nagari dan Desa dalam Deteksi Dini

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa penanganan TBC tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Ia menyebut keterlibatan camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kader kesehatan menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

"Jangan sampai masyarakat datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah. Itu yang perlu kita edukasi bersama," kata Mahyeldi dalam sambutannya.

Pemprov Sumbar juga menyatakan dukungan penuh terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan. Program ini dinilai mampu memperkuat deteksi dini berbagai penyakit, termasuk TBC, di tengah masyarakat.

Dukungan Lintas Sektor: Renovasi Rumah hingga Makan Bergizi

Benjamin mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tidak hanya fokus pada aspek medis. Saat ini tengah disiapkan program renovasi 8.000 rumah bagi masyarakat kurang mampu, termasuk pasien TBC. Selain itu, pemerintah mengusulkan agar pasien TBC dari keluarga miskin dapat menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu pemenuhan nutrisi selama pengobatan.

"Penanganan TBC membutuhkan dukungan sektor lain di luar kesehatan," ujar Benjamin.

Tantangan: 10 Ribu Kasus Belum Terdeteksi

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Aklima menyebut estimasi kasus TBC di Sumbar pada 2024 mencapai 25.037 kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 62 persen kasus baru berhasil ditemukan dan diobati. Ia optimistis pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis dapat mempercepat penemuan kasus yang selama ini belum terdeteksi.

"Masih banyak kasus yang belum ditemukan. Penguatan implementasi Cek Kesehatan Gratis, kami yakini bisa menjadi solusi," kata Aklima.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh kepala daerah kabupaten dan kota, pimpinan rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, serta mitra program kesehatan se-Sumatera Barat.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: metrokini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top