PADANG — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat memastikan seluruh armada kereta api dalam kondisi optimal dan laik beroperasi. Perawatan sarana berkala dan pemeriksaan kelaikan digelar secara serentak di sejumlah titik strategis, mulai dari Balaiyasa Padang hingga Depo Gerbong Bukit Putus.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional perjalanan kereta api di Sumbar. Manajemen KAI Divre II bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang turun langsung melakukan pemeriksaan.
Tim sarana dan manajemen KAI Divre II Sumbar melakukan inspeksi ke emplasemen Stasiun Padang, Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, dan lokasi stabling lainnya. Pemeriksaan mencakup kebersihan sarana, kondisi pendingin udara (AC), sistem pengereman, hingga perangkat keselamatan.
Selain itu, digelar pula Rhamcheck—pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian sarana—serta Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) sarana. Seluruh jajaran manajemen dan petugas teknis dilibatkan dalam kegiatan ini.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, dan Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki peran vital. Keempatnya bertanggung jawab atas perawatan berkala lokomotif, kereta, gerbong, dan KRD.
“Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus berkontribusi terhadap kesiapan operasional kereta api melalui perawatan sarana secara berkala. Tujuannya menjaga keandalan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api,” ujar Reza.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, KAI Divre II Sumbar menerapkan pemeliharaan preventif. Perawatan berkala dilakukan agar lokomotif dan kereta selalu dalam kondisi prima sebelum dioperasikan.
Langkah ini diambil guna meminimalkan risiko gangguan teknis di perjalanan. Dengan perawatan yang ketat, diharapkan perjalanan kereta api di Sumatera Barat tetap aman dan tepat waktu.