SUMATERA BARAT — Kepastian gelar datang bukan dari lapangan sendiri, melainkan dari Vitality Stadium. Hasil imbang yang diraih Bournemouth melawan Manchester City membuat keunggulan Arsenal di puncak klasemen tak lagi terkejar dengan satu pertandingan tersisa. Para pemain Arsenal yang berkumpul di tempat latihan di Hertfordshire langsung merayakan begitu peluit panjang berbunyi.
Gelandang timnas Inggris, Declan Rice, menjadi salah satu yang paling ekspresif. Dalam hitungan menit setelah pertandingan usai, ia mengunggah foto bersama Kai Havertz, Eberechi Eze, Bukayo Saka, Myles Lewis-Skelly, dan William Saliba ke Instagram.
"I told you all .. it's done," tulis Rice, merujuk pada seruan "It's not done" yang selama ini ia kobarkan sebagai respons atas kekalahan dari City bulan lalu. Unggahan itu menjadi sinyal resmi bahwa misi telah tercapai.
Di balik euforia ini, nama Mikel Arteta layak mendapat tempat istimewa dalam sejarah klub. Manajer berusia 44 tahun itu kini menjadi arsitek utama kebangkitan Arsenal. Ia adalah manajer termuda kedua yang memenangkan Premier League, hanya kalah dari José Mourinho yang melakukannya bersama Chelsea pada 2005.
Ini adalah pekerjaan manajerial pertama Arteta sejak ditunjuk menggantikan Unai Emery pada Desember 2019. Dalam waktu lima tahun, ia mengubah Arsenal dari tim yang sekadar finis di zona Eropa menjadi mesin penantang gelar yang konsisten. Arsenal finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir, termasuk musim ini setelah sempat memimpin sembilan poin sebelum City memangkas jarak usai menang di Etihad.
Momen krusial terjadi ketika persaingan menyempit menjadi apa yang disebut sebagai "play-off lima pertandingan" antara Arsenal dan City. City lebih dulu goyah saat ditahan imbang Everton. Arsenal memanfaatkan celah itu dengan sempurna: empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan, ditutup dengan kemenangan 1-0 atas Burnley pada Senin (5/5).
Konsistensi pertahanan inilah yang membedakan Arsenal musim ini dibanding musim-musim sebelumnya. Mereka tidak hanya menyerang dengan indah, tetapi juga mampu bertahan dengan disiplin tinggi saat tekanan memuncak.
Sementara itu, ribuan suporter Arsenal yang sudah berkumpul di pub-pub sekitar Emirates Stadium langsung meluapkan kegembiraan. Dalam waktu sepuluh menit setelah gelar dikonfirmasi, ribuan orang berbaris menuju stadion. Mantan striker Arsenal, Ian Wright, terlihat ikut menikmati momen tersebut di dalam stadion.
Arsenal akan menerima trofi Premier League di Selhurst Park pada hari Minggu (11/5) setelah pertandingan terakhir mereka melawan Crystal Palace. Namun, target Arteta tidak berhenti di sini. Ia berpeluang menyamai pencapaian mentornya, Pep Guardiola, dengan memenangkan Liga Champions saat Arsenal menghadapi Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang.
Kapan terakhir kali Arsenal juara Premier League?
Arsenal terakhir kali menjadi juara Premier League pada musim 2003-2004, yang dikenal sebagai musim "The Invincibles" karena mereka menyelesaikan liga tanpa terkalahkan dalam 38 pertandingan.
Apa dampak gelar ini bagi masa depan Mikel Arteta?
Gelar ini mengukuhkan Arteta sebagai salah satu manajer terbaik Arsenal sepanjang masa. Ia juga akan menjadi manajer dengan masa kerja terlama di empat divisi teratas Inggris jika Guardiola benar-benar hengkang dari City setelah 10 tahun.