Kemenag Sumbar Masuk Tiga Besar Nasional, Target Predikat Sangat Baik pada TW II 2026 Usai Temukan

Penulis: Ronal Siregar  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 17:14:01 WIB
Kemenag Sumbar raih peringkat tiga nasional dalam evaluasi kinerja triwulan I tahun 2026.

PADANG — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat mengincar peningkatan status kinerja dari "baik" menjadi "sangat baik" pada triwulan kedua tahun ini. Ambisi itu mengemuka dalam Rapat Evaluasi Laporan Kinerja Triwulan I yang digelar di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumbar, Rabu (20/5).

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar formalitas. Ia menyebut forum tersebut sebagai momentum muhasabah untuk mengukur capaian sekaligus memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan.

“Setelah ada pelaksanaan tentu ada hasil, dan hasil itu harus kita lakukan muhasabah, refleksi, serta evaluasi terhadap pencapaian yang telah dilakukan,” kata Mustafa dalam rapat yang dihadiri kepala bidang, pembimas, dan ketua tim kerja di lingkungan Kanwil.

Peringkat Tiga Nasional dengan Catatan Nol Realisasi

Perencana Ahli Madya Kanwil Kemenag Sumbar, Mulyono, mengungkapkan bahwa posisi Kanwil Kemenag Sumbar saat ini berada di urutan ketiga nasional. Peringkat pertama ditempati oleh Bali. Penilaian ini mengacu pada berbagai indikator pelaporan kinerja, termasuk implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1807.

Meski masuk tiga besar, rapor kinerja TW I masih menyisakan pekerjaan rumah yang serius. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program penyelenggaraan Early Warning System (EWS) di Kantor Urusan Agama (KUA).

Mulyono menjelaskan program tersebut menargetkan 20 KUA dengan dukungan anggaran sekitar Rp11 miliar. Namun hingga triwulan pertama, capaian kinerjanya masih nihil.

“Anggaran sudah berjalan, tetapi capaian kinerjanya masih nol. Ini menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Daerah dengan Predikat Sangat Baik Jadi Motivasi

Mustafa mengungkapkan bahwa evaluasi sebelumnya telah dilakukan bersama kepala kantor Kemenag kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Dalam evaluasi tersebut, sejumlah daerah tercatat berhasil meraih predikat sangat baik.

Menurutnya, capaian daerah-daerah itu bisa menjadi motor penggerak bagi satuan kerja lain untuk meningkatkan kualitas kinerja dan administrasi pelaporan.

“Kalau ada daerah yang capaian kinerjanya sangat baik, tentu perlu kita beri apresiasi untuk memotivasi yang lain,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa forum evaluasi bukanlah ajang untuk mencari-cari kesalahan antarsatuan kerja. Sebaliknya, evaluasi dirancang sebagai upaya kolektif untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat koordinasi.

“Ini bukan arena untuk menghukum. Kalau ada kekurangan, kita lengkapi bersama untuk perbaikan ke depan,” kata Mustafa.

Perbaikan Pelaporan dan Realisasi Anggaran Jadi Kunci

Untuk mencapai predikat sangat baik pada TW II, Kanwil Kemenag Sumbar mendorong seluruh unit kerja memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelaporan. Percepatan realisasi program, terutama yang masih mandek seperti EWS di KUA, menjadi prioritas utama.

Mustafa optimistis target tersebut bisa tercapai jika seluruh jajaran bekerja lebih solid. Ia mengingatkan bahwa laporan kinerja bukan sekadar dokumen administratif, melainkan cerminan dari pelayanan nyata kepada masyarakat.

“Harapan kita pada Triwulan II tentu bisa meningkat menjadi sangat baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: hantaran.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top