PADANG — Puluhan mahasiswa PGSD UNU Sumbar yang tengah mengikuti KMD diingatkan kembali pada fondasi gerakan Pramuka. Dalam sesi yang digelar baru-baru ini, materi fundamental seperti Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Sistem Among, dan Kiasan Dasar menjadi bahasan utama.
Kakak Doktor Chandrianto, yang memaparkan materi, menekankan bahwa setiap calon pembina wajib memahami filosofi dasar sebelum mendidik peserta didik.
Menurut Kakak Doktor Chandrianto, pemahaman yang keliru tentang Pramuka masih sering ditemukan di lapangan. Banyak yang menganggap kegiatan ini hanya soal seragam, atribut, atau latihan baris-berbaris.
"Pramuka hadir untuk membentuk generasi yang beriman, mandiri, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab. Karena itu, pembina harus memahami filosofi dasar gerakan ini sebelum mendidik peserta didik," ujarnya di hadapan peserta.
Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah Sistem Among. Pendekatan khas pendidikan Indonesia ini menempatkan pembina sebagai pendamping dan teladan, bukan sebagai sosok yang memerintah.
Sistem ini sejalan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Kakak Doktor Chandrianto menilai pendekatan ini sangat relevan di era sekarang untuk membangun karakter generasi muda yang kuat namun tetap humanis.
"Kehadiran pembina bukan untuk memerintah, tetapi membimbing, memberi contoh, dan mendorong peserta didik agar mampu berkembang secara mandiri," jelasnya.
Dalam sesi tersebut, peserta juga mempelajari Metode Kepramukaan yang menjadi alat pendidikan khas gerakan ini. Metode tersebut diterapkan melalui kegiatan menarik dan menantang di alam terbuka, sistem beregu, hingga pemberian tanda kecakapan sebagai bentuk penghargaan atas proses belajar.
Selain itu, materi Kiasan Dasar juga menarik perhatian peserta. Pendekatan simbolik ini digunakan agar proses pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami, terutama untuk anak usia sekolah dasar yang nantinya akan mereka didik.
Para mahasiswa PGSD UNU Sumbar terlihat antusias selama sesi berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan menggali cara mengimplementasikan metode kepramukaan di dunia pendidikan dasar.
KMD ini diharapkan melahirkan calon pembina Pramuka yang tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.