Tiga Peristiwa Menerpa Sumbar dalam Sehari: Jalan Ambles di Padang Pariaman, Kecelakaan Maut di Solok, dan Longsor Tambang Emas Sijunjung

Penulis: Ronal Siregar  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 14:11:31 WIB
Jalan sepanjang delapan meter di Padang Pariaman ambles akibat hujan lebat, menyebabkan putusnya akses warga.

PADANG PARIAMAN — Akses warga di Korong Lancang, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, putus total sejak Jumat (15/5/2026) sore. Jalan sepanjang delapan meter ambles setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak pukul 11.00 WIB.

"Hujan lebat ini menyebabkan jalan di ujung jembatan di Korong Lancang terban dan putus," ujar Syaiful, warga setempat.

Akibatnya, lebih dari 400 kartu keluarga yang berada di ujung jalan tidak bisa melintas. Pemerintah kabupaten bersama warga bergotong royong menimbun jalan dengan kerikil dan semen dari Dinas PUPR serta anggota DPRD setempat. Hingga Sabtu siang, pengerjaan masih berlangsung dan ditargetkan bisa dilalui kendaraan roda dua.

Truk Masuk Jalur Lawan di Tikungan Gunung Talang, Dua Tewas

SOLOK — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Solok–Padang, Jorong Aro, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Jumat (15/5/2026) malam. Sebuah mobil FAW Chassistruk yang dikemudikan Supri Dedi mendahului kendaraan lain di tikungan turunan, lalu melebar ke kanan dan masuk jalur lawan.

Dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai Darma Surya Putra dengan membonceng Viona Anggraini dan Keenan Alfarazki. Benturan tak terhindarkan. Darma dan Viona meninggal di tempat. Keenan mengalami luka berat dan patah kaki kiri, kini dirawat di RSUD Arosuka.

Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Rido SH MH, membenarkan kejadian tersebut. Kedua kendaraan telah diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Solok untuk penyelidikan lebih lanjut.

Tanah Regosol di Sijunjung Jadi Pemicu Longsor Tambang Emas

SIJUNJUNG — Sembilan pekerja tambang emas tradisional tewas tertimbun longsor di Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kamis (14/5/2026) siang. Longsor terjadi saat mereka menggunakan mesin dompeng di lubang bekas tambang. Tebing setinggi 30 meter tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja. Tiga orang selamat.

Guru Besar Universitas Gunadarma dan Pemerhati Lingkungan Sumbar, Prof. Isril Berd, menyebut tanah regosol sebagai penyebab utama longsor. “Tanahnya longgar, punya kemiringan, dan terbuka, jadi kalau hujan, jenis tanah ini mudah memicu landslide,” katanya, Sabtu (16/5/2026).

Lokasi tambang ilegal itu berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan, yang alirannya langsung menuju Riau. Menurut Prof. Isril, tanah di DAS Batang Kuantan memang rawan longsor, terutama saat hujan deras. Polres Sijunjung kini menyelidiki kepemilikan lokasi dan penggunaan mesin dompeng di area bekas tambang tersebut.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: patrolmedia.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top