General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menegaskan bahwa penguatan spiritual menjadi pilar utama dalam membentuk insan PLN yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki hati yang tenang dan niat ibadah dalam setiap tugas. “Kami percaya bahwa produktivitas terbaik lahir dari hati yang tenang dan pekerjaan yang dijalankan dengan niat ibadah,” ujar Ajrun Karim dalam sambutannya, Senin (19/5).
Dalam tausiahnya, Buya Amiruddin mengingatkan para pegawai untuk memaknai pekerjaan lebih dari sekadar aktivitas mencari nafkah. Menurutnya, bekerja adalah bentuk pengabdian yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Bekerja dengan penuh kesadaran bahwa diri selalu dilihat oleh Allah SWT akan melahirkan sikap ihsan. Sehingga setiap pekerjaan dilakukan dengan jujur, penuh tanggung jawab, dan memberikan hasil terbaik,” pesan Buya di hadapan pegawai PLN Group se-Kota Padang.
Buya Amiruddin juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati melalui zikir. Ia menyebut, hati yang tenang dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT akan mendorong seseorang bekerja secara profesional dan memberikan manfaat lebih besar bagi sesama.
Ajrun Karim menambahkan, ketika setiap insan PLN bekerja dengan penuh tanggung jawab dan merasa diawasi oleh Sang Pencipta, maka pelayanan terbaik untuk masyarakat akan hadir dengan sendirinya. “Pelayanan terbaik untuk masyarakat akan hadir dengan sendirinya,” ujarnya.
PLN UID Sumbar berharap kegiatan ini mampu memperkuat nilai spiritual dalam budaya kerja sehari-hari. Pegawai diharapkan dapat bekerja dengan penuh keikhlasan, integritas, dan semangat pengabdian untuk menghadirkan pelayanan listrik yang andal bagi masyarakat Sumatera Barat.
Ajrun Karim juga menyampaikan apresiasi kepada Buya Prof. Dr. KH. Amiruddin yang telah berkenan hadir dan memberikan tausiah. “Semoga ilmu dan nasihat yang diberikan menjadi penguat spiritual dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.