PADANG — Gangguan listrik skala besar yang terjadi pada Jumat petang, 22 Mei 2026, tidak hanya membuat pemukiman di Sumatera Barat gelap total, tetapi juga memutus akses komunikasi warga. Peristiwa ini merupakan bagian dari pemadaman massal yang melanda enam provinsi sekaligus: Riau, Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Lampung, dan Sumatera Barat.
VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nizar Fuadi, mengonfirmasi bahwa penurunan kualitas layanan terjadi di Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Tengah, hingga sebagian Sumatera Bagian Selatan. "Kami terus berupaya memaksimalkan sistem catu daya cadangan yang tersedia," ujarnya dalam keterangan resmi, seraya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini.
Langkah mitigasi yang dijalankan meliputi pengoperasian baterai cadangan di menara BTS dan penyiapan generator set (genset) di titik-titik prioritas. Tim teknis lapangan juga melakukan pemantauan dan optimalisasi jaringan secara berkala, sembari berkoordinasi intensif dengan PLN untuk mempercepat pemulihan daya.
Gangguan serupa juga dialami jaringan XL Axiata. Group Head Corporate Communication & Sustainability XL Axiata, Reza Mirza, menyampaikan permohonan maaf dan menyebut tim teknis telah dikerahkan untuk mengaktifkan backup power di lokasi strategis. Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melaporkan bahwa layanan di beberapa titik mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap. EVP Head of Circle Sumatra IOH, Agus Sulistio, mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.
Pihak PLN mengonfirmasi bahwa penyebab utama matinya aliran listrik adalah gangguan teknis pada sistem transmisi dan pembangkit listrik. Data menunjukkan kendala terjadi pada infrastruktur vital transmisi 150 kV, yang mengakibatkan aliran daya ke berbagai daerah terputus secara mendadak. Hingga berita ini diturunkan, petugas teknis masih bekerja keras di lapangan untuk menormalkan sistem kelistrikan yang terpisah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghemat penggunaan daya pada perangkat komunikasi hingga situasi kembali stabil. Fokus utama operator saat ini adalah menjaga agar layanan dasar seperti telepon dan pesan singkat tetap dapat diakses oleh pengguna di tengah keterbatasan pasokan listrik.