PADANG — Padam total yang terjadi sejak pukul 03.00 WIB dini hari membuat warga Sumatera Barat terpaksa mengandalkan lilin dan genset pribadi. Aktivitas perkantoran, sekolah, dan pusat perbelanjaan lumpuh total hingga siang hari. Di Kota Padang, antrean panjang terjadi di SPBU yang masih memiliki pasokan listrik cadangan.
PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat mengonfirmasi bahwa pemadaman dipicu oleh gangguan pada sistem transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV. Gangguan terjadi di kawasan Gardu Induk Payakumbuh, yang menjadi simpul utama distribusi listrik ke seluruh provinsi.
"Kami mendeteksi adanya trip pada beberapa peralatan proteksi di gardu induk sejak pukul 02.45 WIB. Proses recovery membutuhkan waktu lebih lama karena sistem harus dinormalkan secara bertahap," ujar Manajer Komunikasi PLN Sumbar, Hanifah Putri, dalam keterangan tertulis.
Proses penormalan tidak bisa dilakukan serentak. Tim teknis PLN harus melakukan pengecekan menyeluruh di setiap titik gardu induk sebelum mengalirkan kembali arus listrik. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan beban yang bisa memicu gangguan susulan.
Pada pukul 09.00 WIB, sejumlah wilayah di Kota Padang dan sekitarnya mulai menyala secara bertahap. Namun, daerah di pedalaman seperti Pasaman, Solok Selatan, dan Kepulauan Mentawai baru mendapatkan pasokan listrik penuh menjelang pukul 15.00 WIB.
Pemadaman panjang memicu kerugian di sektor usaha mikro. Di Pasar Raya Padang, para pedagang mengaku kehilangan omzet karena dagangan basi dan freezer mati. "Stok ikan dan daging beku saya semuanya rusak. Rugi sampai jutaan rupiah," keluh Syamsul, pedagang di Pasar Raya.
Di sisi lain, rumah sakit dan puskesmas mengandalkan genset cadangan. Namun, beberapa klinik kecil di daerah terpaksa tutup karena tidak memiliki pasokan listrik alternatif.
PLN berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan transmisi. Tim dari pusat juga telah diterjunkan untuk mengaudit sistem proteksi di Gardu Induk Payakumbuh.
"Kami akan memasang sistem deteksi dini dan memperkuat skema pemulihan cepat agar kejadian serupa tidak terulang," kata Hanifah.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh wilayah Sumatera Barat telah menyala normal. Namun, warga masih diimbau untuk tidak menggunakan peralatan elektronik secara berlebihan saat listrik baru menyala guna menghindari lonjakan beban.