PLN Sumbar Kembali Molor, Pemadaman Listrik Bergilir di 13 Daerah Berlangsung hingga Pukul 21.00 WIB

Penulis: Ronal Siregar  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:05:05 WIB
Pemadaman listrik bergilir masih berlangsung di 13 daerah di Sumatera Barat hingga pukul 21.00 WIB.

PADANG — Rencana awal PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat untuk menormalkan pasokan listrik pukul 15.00 WIB batal. Hingga Sabtu sore, pemadaman bergilir masih berlangsung di 13 kabupaten dan kota, termasuk Padang, Pariaman, Dharmasraya, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Solok, Sijunjung, dan Solok Selatan.

General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, mengakui belum ada perubahan signifikan pada sistem kelistrikan. “Hingga saat ini masih belum ada perubahan,” katanya kepada Langgam.id, Sabtu sore.

Pasokan dari Pembangkit Sumatera Selatan Baru Masuk Pukul 19.00 WIB

PLN masih mengandalkan pasokan daya dari pembangkit Sumatera sisi selatan untuk memulihkan jaringan. Ajrun menjelaskan, pasokan dari sisi selatan dijadwalkan mulai masuk jaringan pada pukul 19.00 WIB.

Proses penyambungan transmisi ini disebutnya masih dalam tahap sinkronisasi. “Bahasa sederhananya, sedang dikawinkan dengan transmisi ke Sumbar,” ujar Ajrun.

PLTU Ombilin dan Teluk Sirih Ditargetkan Menyala Pukul 21.00 WIB

Selain pasokan dari selatan, dua pembangkit utama milik PLN juga tengah dipersiapkan. PLTU Ombilin dan PLTU Teluk Sirih ditargetkan masuk jaringan sekitar pukul 21.00 WIB.

Ajrun berharap proses sinkronisasi berjalan lancar. “Paling lambat pukul 21.00 WIB harusnya sudah normal kembali, artinya lampu sudah hidup total di seluruh daerah di Sumatra Barat,” tutupnya.

Sebelumnya, PLN UID Sumbar menerapkan manajemen beban dengan durasi pemadaman sekitar tiga jam per wilayah. Target awal pemulangan total adalah pukul 15.00 WIB, namun molor hingga enam jam dari jadwal semula.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top