Mobil Asal Sawahlunto Muat 6 Orang Terjun ke Sungai Batang Sukam di Sijunjung, Sopir Tewas di Tempat

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 25 Mei 2026 | 14:01:05 WIB
Mobil Daihatsu Xenia dengan enam penumpang terjun ke Sungai Batang Sukam di Sijunjung.

SIJUNJUNG — Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan lintas Sijunjung-Sawahlunto, tepatnya di Jorong Koto Baru, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Sumatera Barat, pada Senin lalu. Sebuah mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi BA 1331 YY yang dikemudikan Hendri (45) keluar dari jalur dan masuk ke Sungai Batang Sukam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut membawa enam orang penumpang yang seluruhnya merupakan warga Sawahlunto. Kecelakaan terjadi saat kendaraan melaju dari arah Sawahlunto menuju Sijunjung.

Awal Mula: Mobil Tiba-tiba Oleng ke Kiri

Menurut keterangan saksi di lokasi, mobil melaju dengan kecepatan sedang sebelum tiba-tiba oleng ke sisi kiri jalan. Diduga sopir kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin usai hujan mengguyur kawasan tersebut beberapa jam sebelumnya.

Mobil kemudian jatuh ke sungai dengan posisi miring. Tim gabungan dari Polsek Sijunjung, Basarnas, dan warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penarikan mobil dari sungai berlangsung sekitar dua jam dengan menggunakan alat berat.

Korban: Sopir Tewas, Lima Penumpang Selamat

Hendri ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kursi kemudi. Lima penumpang lainnya berhasil selamat meski sebagian mengalami luka-luka. Para korban selamat langsung dilarikan ke Puskesmas Muaro untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sopir meninggal di tempat karena terjepit setir dan sempat tertahan di dalam mobil. Lima penumpang lainnya bisa keluar sendiri sebelum tim tiba,” ujar seorang petugas kepolisian di lokasi kejadian.

Kondisi Jalan dan Cuaca Jadi Faktor Utama

Jalan lintas Sijunjung-Sawahlunto dikenal memiliki tikungan tajam dan kontur menurun. Saat musim hujan, permukaan aspal kerap licin dan membahayakan kendaraan yang melintas. Belum ada rambu peringatan khusus di titik rawan tersebut.

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, jenazah Hendri telah dibawa ke rumah duka di Sawahlunto untuk dimakamkan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pihak kepolisian mengimbau pengendara yang melintas di jalur Sijunjung-Sawahlunto untuk lebih berhati-hati, terutama saat cuaca buruk. Mereka juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk mengevaluasi kelayakan rambu dan marka jalan di titik rawan kecelakaan.

Kecelakaan ini menjadi yang ketiga di ruas jalan tersebut dalam dua bulan terakhir. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan memasang pagar pengaman di sisi sungai.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: sumbarkita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top