Gunung Marapi di Agam Sumbar Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 2.000 Meter dan Ancaman Lahar Dingin Mengintai

Penulis: Binsar Gultom  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:14:01 WIB
Kolom abu erupsi Gunung Marapi pagi ini mencapai ketinggian 2.000 meter.

BUKITTINGGI — Erupsi Gunung Marapi terjadi pada pukul 08:42 WIB, Sabtu (30/5), dengan amplitudo maksimum 30 milimeter yang terekam di seismogram. Durasi erupsi tercatat sekitar 1 menit 25 detik, dan aktivitas vulkanik hingga laporan ini diturunkan masih terus berlangsung. Petugas Pos PGA Marapi melaporkan kolom abu berwarna kelabu dan bergerak condong ke timur laut, menuju Kabupaten Tanah Datar dan Limapuluh Kota.

Radius Bahaya: 3 Kilometer dari Kawah Verbeek

PVMBG menegaskan status Gunung Marapi masih berada di Level II atau Waspada. Rekomendasi paling keras ditujukan kepada pendaki, pengunjung, dan wisatawan: dilarang keras memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek. Larangan ini berlaku mutlak tanpa pengecualian.

Ancaman Lahar Dingin: Warga di Lembah Diminta Siaga

Selain ancaman langsung dari material erupsi, PVMBG memperingatkan potensi bahaya lahar dingin yang dinilai cukup tinggi. Warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama jika wilayah puncak diguyur hujan lebat. Risiko lahar dingin bisa muncul secara tiba-tiba tanpa didahului erupsi besar.

Protokol Kesehatan: Masker Hingga Membersihkan Atap Rumah

Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari risiko Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan. Pemerintah meminta warga mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap rumah dari timbunan abu tebal agar tidak roboh.

Koordinasi Real-Time: Empat Daerah Bergerak

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam terus melakukan koordinasi intensif dengan PGA Marapi di Bukittinggi. Koordinasi dilakukan secara real-time untuk memantau perkembangan situasi terkini dan menyiapkan langkah evakuasi jika status meningkat.

Pihak berwenang meminta seluruh lapisan masyarakat menjaga kondusivitas dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. "Jangan menyebarkan narasi bohong atau hoaks terkait kondisi Gunung Marapi," demikian imbauan resmi PVMBG dalam keterangannya.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top