Pencarian

Pabrik Plastik di Tangerang Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Kamis, 09 Juli 2026 • 10:31:01 WIB
Pabrik Plastik di Tangerang Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar
Kebakaran melanda pabrik plastik di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Kamis dini hari.

SUMATERA BARAT — Kebakaran hebat menghanguskan pabrik pengolahan plastik di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/7) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB itu memicu kepanikan di kalangan karyawan yang tengah bekerja dan warga sekitar lokasi.

Api Cepat Merambat, Suara Ledakan Terdengar

Material plastik yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh area pabrik. Pantauan di lokasi menunjukkan kobaran api membesar dari dalam bangunan, sementara sejumlah karyawan terlihat berlarian keluar untuk menyelamatkan diri. Warga sekitar juga sempat panik setelah beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam pabrik.

13 Unit Damkar Dikerahkan, Pasokan Air dari Sungai

Komandan Pos Pemadam Kebakaran Pakuhaji, Oni Sahroni, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran begitu laporan diterima. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 02.00 WIB dan relatif tidak mengalami kendala berarti karena lokasi pabrik berada di dekat Sungai Cisadane sehingga pasokan air mencukupi.

"Alhamdulillah, api tidak merambat ke permukiman warga," ujar Oni kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis dini hari.

Kerugian Capai Rp2 Miliar, Penyebab Masih Diselidiki

Oni memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Luas area yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh petugas.

"Korban jiwa nihil. Untuk luas area yang terdampak masih kami data," pungkasnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar sehingga sumber awal kebakaran belum dapat dipastikan. "Penyebab kebakaran belum diketahui karena saat kami tiba api sudah membesar," kata Oni.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks