SUMATERA BARAT — Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengalokasikan dana Rp380 juta untuk menangani saluran air yang ambles di kawasan Lenteng Agung. Perbaikan fisik di lokasi sudah dimulai dan dijadwalkan rampung dalam 14 hari.
Saluran air yang mengalami kerusakan berada di Jalan Lenteng Agung Raya, tepatnya di depan kampus Universitas Sahid. Amblesnya saluran diduga akibat struktur tanah yang tergerus air hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Kerusakan ini sempat menghambat arus lalu lintas di sekitar lokasi. Kendaraan roda dua dan empat harus melambat saat melintas karena badan jalan turun hingga puluhan sentimeter di titik ambles.
Dana Rp380 juta digunakan untuk pembongkaran saluran lama, pengurukan tanah, pemasangan beton baru, serta perbaikan aspal jalan. Seluruh proses dikerjakan oleh dinas terkait bersama kontraktor rekanan.
“Kami targetkan dua minggu selesai, cuaca mendukung. Kalau hujan terus, bisa molor,” ujar seorang pejabat di lingkungan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan yang meminta namanya tidak dikutip.
Selama pengerjaan, satu lajur jalan ditutup untuk kendaraan. Petugas memasang rambu dan water barrier di sekitar lokasi proyek.
Kemacetan sempat terjadi di sekitar lokasi perbaikan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Pengendara yang biasa melintas dari arah Pasar Minggu menuju Lenteng Agung harus bersabar akibat penyempitan jalan.
Warga setempat berharap perbaikan dilakukan secara permanen, bukan sekadar tambal sulam. “Sudah tiga kali ambles di titik yang sama. Harapannya kali ini diperbaiki total, jangan asal cor,” kata seorang pedagang di dekat lokasi.
Pemerintah kota berjanji akan memantau kualitas pengerjaan. Jika ditemukan cacat konstruksi dalam masa pemeliharaan, kontraktor wajib memperbaiki tanpa biaya tambahan.
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap saluran air di kawasan Lenteng Agung. Pemeriksaan difokuskan pada titik-titik yang rawan longsor dan ambles.
Perbaikan saluran ini menjadi salah satu prioritas karena berada di jalur utama yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan Depok. Kerusakan parah bisa mengganggu mobilitas ribuan pengguna jalan setiap hari.