PADANG — Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat. Pemerintah Kota Padang melalui armada gabungan BPBD dan Damkar mengerahkan puluhan personel untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Kepala BPBD Kota Padang menyebutkan bahwa kebutuhan air bersih di wilayah Kuranji sangat mendesak. Distribusi harian mencapai 93.000 liter untuk memastikan pasokan air bersih bagi ribuan kepala keluarga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami menurunkan beberapa unit mobil tangki setiap hari. Prioritas kami adalah wilayah yang irigasinya rusak parah pascabencana November lalu,” ujar Kepala BPBD Kota Padang dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Musim kemarau yang mulai memasuki wilayah Sumatera Barat memperparah kondisi yang sudah ada. Sejak bencana alam melanda kota itu pada November 2025, jaringan irigasi utama di Kuranji dan sekitarnya belum pulih sepenuhnya. Akibatnya, sumber air tradisional warga mengering lebih cepat dari biasanya.
Warga di kelurahan terdampak terpaksa antre sejak pagi untuk mengisi ember dan jeriken. Petugas BPBD menyalurkan air bersih langsung ke ember milik warga di titik-titik pengungsian dan posko darurat yang tersebar di Kuranji.
Pemerintah Kota Padang berencana mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi yang rusak. Namun, hingga perbaikan selesai, distribusi air bersih dari armada gabungan BPBD dan Damkar akan terus dilakukan setiap hari.
“Kami mengimbau warga untuk menggunakan air secara bijak. Petugas akan terus berkeliling sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tambah Kepala BPBD.
Distribusi air bersih ini merupakan respons cepat Pemkot Padang terhadap keluhan warga yang sudah berlangsung sejak pekan lalu. Petugas di lapangan mencatat permintaan air bersih meningkat drastis seiring dengan bertambahnya titik krisis di sejumlah kecamatan lain di Padang.