PT Semen Padang Garap Pabrik Pulp dan Kertas hingga Pasok Batu Split ke Flyover Sitinjau Lauik, Ini 3 Lini Bisnis Nonsemen yang Tumbuh

Penulis: Binsar Gultom  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45:31 WIB
PT Semen Padang menggarap lini bisnis nonsemen dengan fabrikasi komponen pabrik kertas untuk RAPP dan Indah Kiat.

PADANG — Persaingan industri semen yang kian ketat mendorong PT Semen Padang untuk tak lagi bergantung pada bisnis inti. Lewat unit BNSPT, perusahaan yang tergabung dalam Semen Indonesia Group (SIG) ini menggarap sektor industri di luar semen, mulai dari fabrikasi komponen pabrik kertas hingga material konstruksi infrastruktur.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan diversifikasi ini menjadi strategi utama untuk memperkuat ketahanan bisnis. "Perusahaan tidak bisa hanya bergantung pada bisnis inti semata. Kami terus mendorong pengembangan lini bisnis nonsemen yang memiliki prospek menjanjikan," ujarnya di Padang, Rabu (10/6/2026).

Fabrikasi untuk RAPP dan Indah Kiat: Dari Debarking Drum hingga Screw Reclaimer

Salah satu lini yang tumbuh pesat adalah jasa fabrikasi. Kepala Departemen BNSPT, Ridwan Muchtar, mengungkapkan bahwa pihaknya kini melayani kebutuhan mekanikal di luar lingkungan SIG. Pada 2026, BNSPT mengerjakan berbagai komponen untuk PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembuatan debarking drum, screw reclaimer, hingga kiln. "Untuk RAPP, pekerjaan fabrikasi telah berjalan sejak 2023 dan masih terus berlanjut hingga saat ini," kata Ridwan. Potensi kerja sama juga tengah dikembangkan dengan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dan PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper.

Menurut Ridwan, meningkatnya kepercayaan dari sektor industri di luar semen menunjukkan bahwa kualitas fabrikasi BNSPT mampu bersaing di tingkat nasional.

Batu Split untuk Flyover Sitinjau Lauik dan Pasokan ke Batching Plant

Di sektor material konstruksi, BNSPT memasok batu split untuk proyek strategis di Sumatera Barat. Material ini digunakan dalam pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, salah satu proyek infrastruktur penting di jalur Padang menuju Solok.

"Batu split yang kami produksi terus mendapatkan pasar. Saat ini digunakan untuk kebutuhan proyek Flyover Sitinjau Lauik dan juga beberapa batching plant untuk produksi beton," ujar Ridwan.

Binder Clay ke Pusri: Kontrak 7.500 Ton hingga Juli 2026

Produk nonsemen lainnya yang menopang pendapatan BNSPT adalah binder clay, bahan baku untuk pupuk NPK. PT Semen Padang kembali dipercaya PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk memasok material ini pada 2026. Dalam kontrak yang berjalan, BNSPT mengirimkan sebanyak 7.500 ton binder clay hingga akhir Juli 2026.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kontrak 2025 yang mencapai 8.400 ton. "Keberlanjutan ini menjadi indikasi bahwa kualitas produk binder clay kami mampu memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional," kata Ridwan.

Selain tiga lini utama tersebut, BNSPT juga terus mengembangkan produk kalsium karbonat dan biji kalsium untuk membuka peluang pasar baru. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi PT Semen Padang dalam mengoptimalkan seluruh aset dan kompetensi yang dimiliki di tengah dinamika pasar semen yang penuh tantangan.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top