Pencarian

SendyCar Robin Shute: Prototipe 590 Kg Berv8 850 Dk untuk Pecahkan Rekor Pikes Peak

Sabtu, 20 Juni 2026 • 22:51:01 WIB
SendyCar Robin Shute: Prototipe 590 Kg Berv8 850 Dk untuk Pecahkan Rekor Pikes Peak
Robin Shute siap berlaga dengan prototipe SendyCar seberat 590 kg di Pikes Peak.

SUMATERA BARAT — Pekan depan, Robin Shute akan kembali ke Pikes Peak untuk yang kelima kalinya. Tapi kali ini, ia tidak membawa Wolf yang sudah dimodifikasi besar-besaran. SendyCar, julukan untuk prototipe anyar tim Sendy Club, disebut sebagai mobil paling ekstrem yang pernah turun di grid balap tanjakan berusia 110 tahun itu.

Shute, yang sudah empat kali juara Pikes Peak (2019, 2021, 2022, 2023), memulai karier hill climb-nya sebagai insinyur Faraday Future pada 2017. Setelah rencana mobil listrik single-seater batal, tim beralih ke sasis Wolf yang kemudian dimodifikasi dengan turbo besar dan ban raksasa. Kini, SendyCar adalah proyek dari awal yang nyaris tanpa komponen rakitan.

Sasis Formula 4 dan Mesin 13.000 RPM

Tulang punggung SendyCar adalah monokok Tatuus Formula 4, mobil roda terbuka level pemula yang biasanya digunakan untuk transisi dari gokar. Di belakangnya tertanam mesin 2.300 cc buatan Synergy, turunan dari blok BMW S1000 RR. Borg-Warner 92-74 memompa tenaga hingga 850 dk di permukaan laut, dan Shute memperkirakan masih di kisaran "700-an atas" di ketinggian Pikes Peak.

"Blok mesin ini beratnya cuma sekitar 59 kilogram dan berputar hingga 13.000 rpm," ujar Shute. Dengan bobot total 590 kilogram sebelum bahan bakar dan pengemudi, rasio power-to-weight mobil ini gila: lebih dari 1.400 dk per ton. Shute mengklaim akselerasi lateral mencapai 2G bahkan dari kecepatan 160 km/jam.

Aerodinamika Buatan Sendiri, Ratusan Kali Simulasi CFD

Yang membuat SendyCar unik: desain aerodinamikanya dikerjakan Shute sendiri. Ia memulainya di Autodesk Fusion, lalu menjalankan ratusan simulasi di Airshaper, software CFD online. "Kami bisa membuat gambar bagus, apalagi dengan AI sekarang. Tapi mewujudkannya menjadi mesin yang cepat dan kompetitif—itu level yang berbeda," katanya.

Hasilnya, SendyCar menghasilkan lebih dari 500 kg downforce di 160 km/jam (perhitungan di permukaan laut). Di ketinggian, angka itu akan turun, tapi Shute optimistis. Ia sudah menjalankan tes perdana awal bulan ini dan puas dengan performa awal.

Target 2025: Iterasi, Bukan Rekor Langsung

Shute sadar betul bahwa SendyCar masih perlu pengembangan. Tahun ini ia fokus pada iterasi, bukan memecahkan rekor absolut Romain Dumas dengan Volkswagen ID.R (2018). "Membuat mobil 590 kg, Anda harus agresif di segala hal. Pasti ada kesalahan. Kalau kami buat 725 kg, semuanya akan aman, tapi lambat. Itulah dunia kompromi teknik," jelasnya.

Rencana tahun depan: aerodinamika yang lebih tertutup (enclosed bodywork) yang sempat dipertimbangkan di awal desain. Shute yakin bisa memangkas bobot 36-40 kg lagi. "Keterampilan saya tidak terlalu dibutuhkan di balap lain. Saya tidak punya dana besar atau warisan keluarga. Pikes Peak adalah tempat saya bisa mencoba sesuatu yang berani," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: roadandtrack.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks