Microsoft Gagal Total Perbaiki Pengalaman Windows di Handheld Gaming, SteamOS Jadi Buktinya

Penulis: Maruli Sinaga  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 10:20:01 WIB
Microsoft menghadirkan mode full-screen dashboard Xbox untuk handheld gaming, namun masih menemui kendala navigasi.

Bulan lalu, Microsoft meluncurkan pembaruan aplikasi Xbox yang menyertakan mode full-screen dashboard baru untuk perangkat handheld seperti ROG Ally X. Sekilas, tampilannya menjanjikan: menu bersih, navigasi ramah stik, dan estetika yang persis seperti konsol Xbox Series X. "Finally, Microsoft fixed the Windows handheld experience," pikir banyak orang saat melihatnya pertama kali.

Namun ekspektasi itu langsung runtuh begitu pengguna mencoba menjalankan game atau aplikasi di luar ekosistem Xbox. Dashboard tersebut hanyalah "topeng" — sebuah antarmuka yang menempel di atas Windows tanpa menyentuh akar masalahnya: sistem operasi desktop yang sejak awal tidak dirancang untuk navigasi stik dan layar sentuh kecil.

Topeng Xbox yang Tidak Sanggup Menutupi Keburukan Windows

Setelah mengaktifkan mode layar penuh di aplikasi Xbox dan memperbaruinya, pengguna ROG Ally X disambut UI yang mirip konsol. Tapi begitu keluar dari aplikasi Xbox — misalnya untuk membuka peluncur game lain, mengubah pengaturan TDP, atau sekadar menutup game yang macet — mereka kembali berhadapan dengan Windows 11 yang sama ruwetnya.

Taskbar mungil, ikon yang sulit diketuk jari, keyboard virtual yang tiba-tiba muncul, dan pop-up notifikasi yang tidak bisa dinavigasi dengan stik. Ini bukan pengalaman handheld. Ini laptop tanpa keyboard yang dipaksakan ke genggaman.

SteamOS: Lawan yang Kini Semakin Jauh di Depan

Perbandingan dengan SteamOS milik Valve — sistem operasi yang menggerakkan Steam Deck — langsung terasa menyakitkan. SteamOS dibangun di atas Linux dengan antarmuka yang utuh: dari booting hingga shutdown, setiap elemen dirancang untuk navigasi gamepad. Tidak ada desktop yang mengintip di belakang layar kecuali pengguna sengaja memintanya.

Hasilnya? Pengalaman yang mulus, konsisten, dan bebas gangguan — persis yang dijanjikan dashboard Xbox tapi gagal diberikan. Lebih dari setahun setelah Steam Deck meledak di pasaran, Microsoft belum juga menghadirkan sistem operasi handheld yang sebanding.

Mengapa Ini Penting bagi Pasar Handheld Gaming

Pilihan sistem operasi kini menjadi faktor penentu dalam membeli handheld gaming Windows. Perangkat seperti ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw semuanya menjalankan Windows — yang berarti mewarisi semua kekurangannya. Sementara itu, Steam Deck dengan SteamOS-nya terus mendominasi ulasan dan kepuasan pengguna.

Bagi gamer Indonesia yang mulai melirik handheld gaming — terutama setelah ROG Ally dan Legion Go resmi masuk pasar lokal — dilema ini jadi nyata. Mau tidak mau, mereka harus memilih antara kompatibilitas game Windows yang luas dengan pengalaman setengah matang, atau ekosistem SteamOS yang lebih tertutup tapi jauh lebih matang secara pengalaman.

Microsoft punya semua sumber daya untuk memperbaiki ini. Tapi dashboard setengah hati di aplikasi Xbox bukanlah jawabannya. Selagi Redmond masih sibuk menempelkan stiker Xbox di atas Windows yang bobrok, Valve sudah membangun rumah dari fondasi.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top