SUMATERA BARAT — Google resmi merilis versi final Android 17 dan Wear OS 7, Selasa (15/4), bersamaan dengan gelaran Pixel Drop. Sistem operasi ini pertama kali mendarat di perangkat Pixel buatan Google sendiri, sebelum menjangkau ponsel Android lainnya di masa mendatang.
Pembaruan ini menjadi ajang unjuk gigi Google dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam ekosistem Android. Lewat Pixel Drop, sejumlah model AI anyar diperkenalkan, seperti Lyria 3 untuk membuat trek musik dari teks atau gambar, Gemini Omni yang memungkinkan pengeditan video secara percakapan, serta fitur speech-to-translation berbasis AudioLM untuk Pixel 10a.
Salah satu ubahan antarmuka paling kentara di Android 17 adalah kehadiran buble bar. Elemen UI ini memungkinkan pengguna mengatur, memindahkan, dan mengakses aplikasi terbaru dalam bentuk gelembung di bagian bawah layar. Fitur ini dirancang mempercepat interaksi antar-aplikasi dan memudahkan alur kerja multi-aplikasi.
Bagi penggemar media sosial, Android 17 menghadirkan fitur perekaman layar dan kamera selfie secara bersamaan. Pengguna bisa merekam reaksi wajah mereka saat menampilkan konten di layar, lalu langsung membagikannya ke TikTok, YouTube, Instagram, dan platform lainnya.
Google juga menyematkan peningkatan fitur keamanan dan pengawasan orangtua. Fitur Mark as Lost di Find Hub memungkinkan pengguna menandai perangkat sebagai hilang. Sementara itu, Live Threat Detection dan berbagai pertahanan ancaman lainnya ikut ditambahkan.
Untuk kontrol orangtua, pengaturan batas waktu layar dan penyaring konten kini bisa diatur dengan PIN tanpa perlu menautkan akun Google. Ini memudahkan orangtua yang ingin mengawasi penggunaan perangkat anak secara lebih privat.
Dalam Pixel Drop kali ini, fitur berbagi file Quick Share di Android mulai kompatibel dengan AirDrop milik Apple. Namun, dukungan ini baru tersedia untuk perangkat Pixel 8a dan 9a lawas. Langkah ini menunjukkan upaya Google menjembatani dua ekosistem besar yang selama ini terpisah.
Google Pixel Watch juga kebagian pembaruan signifikan lewat Wear OS 7. Jam tangan pintar ini kini mampu mendeteksi kecelakaan mobil, jatuh, atau bahkan tidak terdeteksinya denyut nadi pengguna. Jika itu terjadi, perangkat secara otomatis menghubungi layanan darurat dan kontak darurat yang sudah dipilih.
Google mengklaim peningkatan daya tahan baterai hingga 10 persen pada Wear OS 7. Musim panas nanti, Wear OS akan kedatangan lebih banyak fitur Gemini Intelligence, termasuk pembuatan widget personal hanya dengan mendeskripsikannya, serta fitur Personal Intelligence yang menghubungkan aplikasi Google dan riwayat obrolan dengan Gemini.
Android 17 juga membawa fitur praktis seperti perekaman pesan suara keluar yang dipersonalisasi untuk penelepon saat pengguna tidak bisa menjawab. Fitur Take a Message akan diperluas ke lebih banyak pasar global.
Mode gaming untuk ponsel lipat juga diperbarui dengan tata letak 50/50 yang dilengkapi game pad dinamis. Sementara itu, jam tangan Pixel Watch kini bisa menerima pembaruan langsung dari aplikasi ponsel yang dimirroring, dan akan kompatibel lebih baik dengan kacamata AI serta perangkat keras Google lainnya seperti headphone.
Dengan deretan fitur anyar ini, Android 17 dan Wear OS 7 jelas menyasar pengguna yang menginginkan pengalaman multitasking lebih mulus, keamanan berlapis, serta integrasi AI yang makin dalam. Bagi pengguna Pixel, pembaruan ini bisa langsung diunduh, sementara pengguna ponsel Android lain harus menunggu jadwal rilis dari masing-masing produsen.