Hubungan Apple dan Google memang penuh dengan saling "meminjam" ide. Selama bertahun-tahun, jumlah fitur unik di iOS dan Android terus menyusut karena masing-masing pihak saling mengadopsi keunggulan lawan. Namun, peluncuran iOS 27 di WWDC 2026 pekan lalu menghadirkan sederet kemampuan yang belum dimiliki Android, dan menurut analis, Google sebaiknya segera mencatatnya.
Reframe: Mengubah Sudut Pandang Foto dengan AI Generatif
Fitur yang paling mencuri perhatian di WWDC tahun ini adalah Reframe. Alat pengeditan foto bertenaga AI ini mampu mengubah perspektif gambar secara fundamental. Disebut "Spatial Reframing," teknologi ini memungkinkan pengguna menyesuaikan sudut pandang foto melalui pratinjau langsung, lalu AI generatif akan mengisi celah yang kosong.
Yang menarik, Reframe tidak terbatas pada foto spasial Apple atau jepretan iPhone. Kamera apa pun bisa digunakan, dan Apple Intelligence akan memprosesnya. Artinya, pengguna tidak perlu lagi terlalu khawatir soal komposisi foto — iOS 27 bisa memperbaikinya di kemudian hari.
Kontrol Orang Tua yang Lebih Personal
Android sebenarnya sudah memiliki akun anak di bawah 13 tahun dan kontrol orang tua yang cukup ketat. Namun, pendekatan Apple di iOS 27 menawarkan nuansa yang berbeda. Alih-alih memblokir konten secara general berdasarkan kata kunci atau kategori, sistem baru ini memungkinkan anak mengirim permintaan akses ke perangkat orang tua.
Orang tua bisa menilai satu per satu situs atau aplikasi yang ingin diakses anak, tanpa harus menyetel blokir massal. Fitur Time Allowances juga memberi fleksibilitas: orang tua bisa membatasi waktu untuk kategori aplikasi tertentu, sementara kategori lain tetap bebas. Pendekatan kasus-per-kasus seperti ini dinilai lebih manusiawi dan praktis.
Shortcuts ala Apple Intelligence: Otomatisasi Tanpa Ribet
Aplikasi Shortcuts sebenarnya bukan hal baru di iOS — sudah ada sejak lebih dari satu dekade lalu. Namun, Android hingga kini tidak memiliki aplikasi otomatisasi native, sehingga pengguna harus bergantung pada aplikasi pihak ketiga dari Google Play. iOS 27 memberikan pembaruan besar pada Shortcuts dengan menambahkan pembuatan berbasis perintah suara atau teks (prompt-based creation).
Pengguna cukup mendeskripsikan otomatisasi yang diinginkan, dan Apple Intelligence akan membuatkan shortcut-nya secara instan. Tidak perlu lagi memahami logika pemrograman yang rumit. Dengan agresivitas Google dalam mengintegrasikan Gemini ke berbagai layanan, kehadiran fitur serupa di Android terasa sangat masuk akal.
Siri Mode di Kamera: AI yang Kembali ke Akar
Apple juga menghadirkan Siri Mode baru di aplikasi kamera iPhone, yang secara efektif menggantikan Visual Intelligence sebagai fitur mandiri. Ini mengingatkan pada Google Lens yang dulu punya mode khusus di ponsel Pixel, tetapi kemudian dihapus beberapa tahun lalu. Saat ini, Google Lens hanya bisa diakses secara kontekstual untuk menerjemahkan teks atau memindai kode QR.
Menambahkan Gemini Live ke dalam kamera mungkin lebih masuk akal daripada menghidupkan kembali Lens, terutama karena Circle to Search sudah mapan. Namun, tantangannya ada pada ekosistem Android yang terfragmentasi — tidak semua ponsel menggunakan aplikasi kamera bawaan Google. Setidaknya, perubahan pada lini Pixel bisa menjadi langkah awal yang baik.
Manajemen Kata Sandi yang Lebih Cerdas dengan AI Agen
Google Password Manager sudah lama ada, tetapi dalam beberapa tahun terakhir tertinggal dari Apple Passwords. iOS 27 membawa pembaruan besar berkat penambahan AI agen (agentic AI). Fitur ini memungkinkan penggantian kata sandi secara otomatis tanpa campur tangan pengguna — sebuah langkah maju dalam keamanan siber yang selama ini menjadi kelemahan Android.
Android saat ini bahkan tidak memiliki dukungan kode autentikasi terintegrasi seperti Apple. Dengan meningkatnya ancaman peretasan akun, Google punya alasan kuat untuk segera memperbarui pengelola kata sandinya agar setara, atau bahkan melampaui, apa yang ditawarkan iOS 27.