Pemkot Padang Dapat Pendampingan Kemendikdasmen Terapkan Sistem Penjaminan Mutu Lembaga Kursus, Target Akreditasi 2026

Penulis: Ronal Siregar  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 17:55:31 WIB
Pemkot Padang menerima pendampingan Kemendikdasmen dalam penerapan Sistem Penjaminan Mutu Lembaga Kursus.

PADANG — Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menegaskan bahwa mulai tahun 2026 pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja lembaga kursus menjadi kewenangan penuh pemda melalui Dinas Pendidikan.

Proses ini didukung sistem digital terbaru bernama Si Permata (Sistem Penjaminan Mutu Terpadu Lembaga Kursus).

"Pendampingan ini merupakan bagian dari transformasi besar sistem penjaminan mutu pendidikan nonformal yang kini diperkuat di tingkat daerah," kata Yaya di Padang, Jumat.

Platform Digital Si Permata Jadi Syarat Akreditasi

Melalui platform Si Permata, setiap lembaga kursus dan pelatihan diwajibkan mengevaluasi diri secara berkala. Hasil evaluasi ini akan menjadi fondasi utama membangun budaya mutu di lembaga pendidikan nonformal.

Yaya mengingatkan, hasil evaluasi kinerja melalui sistem ini akan menjadi syarat utama bagi lembaga kursus yang ingin mengajukan akreditasi melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) Pendidikan Nonformal yang baru dibentuk tahun ini.

Pendampingan SPMI untuk Pemetaan Mutu Berkelanjutan

Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yohana Rumanda, menjelaskan bahwa pendampingan SPMI dirancang untuk membekali lembaga dalam memetakan mutu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi berkelanjutan.

"Melalui SPMI setiap lembaga diharapkan mampu membangun sistem penjaminan mutu yang mandiri dan berkelanjutan sehingga kualitas layanan pendidikan nonformal memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja," ucap Yohana.

Wakil Wali Kota: Lulusan Harus Siap Bersaing di Pasar Global

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menilai penerapan SPMI sebagai langkah krusial untuk memastikan layanan pendidikan dan pelatihan berjalan sesuai standar. Menurutnya, mutu lembaga kursus akan menentukan kualitas lulusan agar melahirkan generasi terampil, produktif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan.

Maigus menekankan lembaga kursus memiliki peran strategis sebagai solusi jalur pendidikan nonformal yang adaptif dalam menekan angka pengangguran. Apalagi, potensi kerja di luar negeri bagi lulusan kursus tergolong besar.

"Peningkatan kualitas dan penjaminan mutu lembaga menjadi hal yang sangat krusial agar lulusan kita mampu bersaing di tingkat internasional," kata Maigus Nasir.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top