PADANG — Bagi masyarakat Sumatera Barat, makan bajamba bukan sekadar aktivitas mengisi perut. Tradisi ini sarat makna gotong royong dan kebersamaan. Dalam acara Tanah Air Beta yang tayang di Trans TV, tradisi ini diperkenalkan kepada khalayak luas melalui partisipasi langsung para selebriti dan warga desa.
Makan bajamba biasanya dilakukan dengan duduk melingkar di lantai, menyantap hidangan yang telah disusun rapi di atas dulang atau talam besar. Prosesi diawali dengan memasak bersama, di mana semua pihak—baik warga maupun tamu—turun tangan menyiapkan kuliner khas seperti rendang, gulai, dan sambal lado.
“Setelah semua kuliner sudah selesai dimasak, kali ini para selebriti bersama warga desa bersiap untuk makan bajamba atau makan bersama-sama menikmati berbagai macam kuliner khas yang tersedia,” demikian dikutip dari keterangan dalam tayangan tersebut.
Di tengah modernisasi, tradisi makan bajamba tetap lestari di banyak nagari di Sumatera Barat. Acara seperti ini dinilai efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Minangkabau ke generasi muda dan wisatawan. Selain sebagai ajang silaturahmi, makan bajamba juga mengajarkan etika dan tata krama, seperti tidak mendahului yang lebih tua saat mulai menyantap hidangan.
Dalam sesi makan bajamba di acara tersebut, berbagai masakan tradisional ikut meramaikan dulang. Mulai dari rendang yang kaya rempah, gulai tunjang, dendeng batokok, hingga sambal hijau khas Padang. Setiap hidangan memiliki filosofi tersendiri dalam budaya Minangkabau, mencerminkan kekayaan alam dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Eksposur di televisi nasional diharapkan mampu mendongkrak minat wisatawan untuk datang langsung ke Sumatera Barat dan merasakan sendiri pengalaman makan bajamba. Pemerintah daerah setempat pun terus mendorong promosi budaya sebagai bagian dari daya tarik wisata, terutama di desa-desa wisata yang masih mempertahankan tradisi ini secara turun-temurun.