Polres Pasaman Barat Tanam 1.000 Pohon di Aliran Sungai Batang Toman, Reklamasi Bekas Tambang Galian C

Penulis: Maruli Sinaga  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 17:46:01 WIB
Polres Pasaman Barat menanam 1.000 pohon di aliran Sungai Batang Toman sebagai upaya reklamasi bekas tambang galian C.

PASAMAN BARAT — Polres Pasaman Barat bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat dan warga setempat menanam berbagai jenis pohon di aliran sungai yang sebelumnya menjadi lokasi penambangan pasir dan sirtu. Lokasi penanaman berada di Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, yang masuk dalam zona aliran Sungai Batang Toman.

Reklamasi Pascatambang: Dari Pasir ke Pohon Buah

Jenis pohon yang ditanam tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga bernilai ekonomi. Polres menyediakan bibit durian, alpukat, lengkeng, petai, dan jengkol. "Kami bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan elemen masyarakat untuk pengadaan bibit," kata Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Fahrel Haris.

Penanaman ini merupakan respons terhadap kondisi lahan bekas tambang galian C yang gundul. Pihak kepolisian mengajak warga untuk bersama-sama melakukan reklamasi di kawasan tersebut.

Gerakan Sejuk Asri: 1.000 Pohon Sejak Awal Tahun

Program penanaman pohon ini sudah berjalan sejak Januari 2026. Sebelum di Batang Toman, Polres Pasaman Barat menanam di Pantai Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, serta di Kecamatan Talamau dan Luhak Nan Duo. "Setelah kawasan pinggiran pantai dan daerah rawan bencana, hari ini kami tanam di aliran sungai," ujar Fahrel.

Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.

Kapolda: Tugas Polisi Tak Cuma Tegakkan Hukum

Gerakan penghijauan Sejuk Asri dicanangkan langsung oleh Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dari Kota Sawahlunto melalui zoom meeting. Dalam sambutannya, ia menyebut program ini sebagai dukungan terhadap pelestarian lingkungan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Tugas Kepolisian tidak hanya penegakan hukum, namun juga dituntut untuk mempererat silaturahmi dan kedekatan bersama masyarakat terutama dalam pelestarian lingkungan," kata Gatot. Ia menambahkan, kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Apa yang Akan Ditanam Selanjutnya?

Polres Pasaman Barat belum merinci jadwal penanaman berikutnya. Namun, Fahrel memastikan pihaknya akan terus bersinergi dengan warga untuk mereklamasi lahan kritis di wilayah tersebut. "Pihak Kepolisian dengan masyarakat akan melakukan reklamasi penghijauan di kawasan aliran sungai pasca aktivitas pengambilan material pasir dan sirtu," pungkasnya.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: figurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top