SIMPANG EMPAT — Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan bahwa keberadaan Kampung Siaga Bencana (KSB) bukan sekadar formalitas, melainkan garda terdepan mitigasi bencana di tingkat nagari. Hal itu disampaikannya saat mengukuhkan pengurus KSB Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Senin.
"Kesiapsiagaan bukanlah pilihan, melainkan keharusan dalam menghadapi risiko bencana," ujar Yulianto.
Menurut dia, wilayah Sasak Ranah Pasisie memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, esensi KSB yang berbasis masyarakat harus dikelola dan digerakkan demi keselamatan warga.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbi menjelaskan, pembentukan KSB merupakan program kolaborasi Kementerian Sosial dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial setempat. Rangkaian kegiatan melibatkan 275 peserta dari unsur masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga melakukan simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) KSB serta menyerahkan bantuan kesiapsiagaan dari Kementerian Sosial. Bantuan senilai Rp157.290.000 itu dialokasikan untuk memperkuat perlengkapan dan logistik darurat di lapangan.
Bupati Yulianto meminta seluruh pengurus KSB segera menyusun langkah strategis. Beberapa prioritas yang ditekankan meliputi pemetaan wilayah rawan bencana beserta jalur evakuasi, pendataan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak.
Selain itu, pengurus diminta memasang rambu-rambu evakuasi, mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat melalui kentongan, pengeras suara, maupun sirene. Pembentukan lumbung sosial yang berisi logistik darurat juga menjadi target utama.
"Libatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Bangun kolaborasi yang kuat agar kesiapsiagaan menjadi budaya bersama," tegas Yulianto.
Pengukuhan KSB dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat Sifrowati Yulianto, unsur forum komunikasi pimpinan daerah, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, serta jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana). Camat Sasak Ranah Pasisie, wali nagari, PMI, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda juga turut hadir.
Dengan terbentuknya KSB ini, pemerintah berharap kesiapsiagaan bencana tidak lagi menjadi dokumen di atas kertas, melainkan gerakan nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Pasaman Barat.