Ekspor Sumatera Barat Januari-Mei 2026 Tembus 1,18 Miliar Dolar AS, Minyak Nabati Mendominasi

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 20:07:01 WIB
Ekspor Sumatera Barat Januari-Mei 2026 mencapai 1,18 miliar dolar AS dengan minyak nabati sebagai komoditas utama.

PADANG — Kendati secara kumulatif tumbuh, kinerja ekspor Sumatera Barat pada Mei 2026 justru anjlok. BPS mencatat nilai ekspor pada bulan kelima tahun ini hanya 146,46 juta dolar AS, turun 34,29 persen dibandingkan Mei 2025. Dibandingkan April 2026, ekspor juga merosot 40,68 persen.

Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan kenaikan ekspor secara kumulatif masih ditopang oleh komoditas unggulan. “Nilai ekspor Provinsi Sumatera Barat pada Januari–Mei 2026 sebesar 1,18 miliar US Dolar atau naik 16,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Kamis (2/7/2026).

Lemak dan Minyak Hewan Kuasai 83 Persen Ekspor

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar. Nilai ekspornya mencapai 989,60 juta dolar AS, atau berkontribusi 83,75 persen terhadap total ekspor Sumbar.

Komoditas lain yang mencatatkan lonjakan signifikan adalah ampas atau sisa industri makanan. Ekspornya naik 50,55 persen menjadi 15,76 juta dolar AS. Sebaliknya, minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian justru ambles. Nilai ekspornya turun 42 persen menjadi 6,92 juta dolar AS.

India, Pakistan, dan Myanmar Jadi Tujuan Utama

Dari sisi negara tujuan, India menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor 271,30 juta dolar AS. Disusul Pakistan sebesar 195,53 juta dolar AS dan Myanmar sebesar 130,97 juta dolar AS. Ketiga negara ini menyerap 50,59 persen dari total ekspor Sumbar selama Januari–Mei 2026.

Sektor Industri Pengolahan Mendominasi, Pertambangan Melonjak

Berdasarkan sektor usaha, industri pengolahan masih mendominasi dengan nilai ekspor 1,14 miliar dolar AS, atau 96,45 persen dari total ekspor. Nilai ekspor sektor ini meningkat 17,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor pertambangan mencatatkan lonjakan paling spektakuler. Ekspornya melonjak 1.035,81 persen menjadi 1,94 juta dolar AS. Namun, sektor pertanian justru terkontraksi. Nilai ekspornya turun 8,47 persen menjadi 39,97 juta dolar AS.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top