SUMATERA BARAT — Pertandingan di stadion yang penuh atmosfer mencekam itu menyajikan drama lengkap. Mesir tampil percaya diri sejak awal dan berhasil memecah kebuntuan lebih dulu melalui serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Argentina. Gol tersebut membuat pendukung Mesir bersorak, namun keunggulan mereka bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, pelatih Argentina melakukan sejumlah perubahan taktik. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan, dan hasilnya terlihat ketika Argentina berhasil menyamakan kedudukan lewat skema sepak pojok yang dimanfaatkan dengan baik oleh lini depan mereka.
Skor imbang 1-1 memaksa kedua tim bermain lebih terbuka. Mesir beberapa kali mengancam lewat serangan sayap, namun kiper Argentina tampil sigap menggagalkan peluang emas lawan. Pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan.
Di menit ke-87, saat hampir semua pemain Mesir bertahan, Argentina melancarkan serangan terakhir. Sebuah umpan silang mendatar dari sisi kanan disambut oleh Enzo Fernandez yang berlari tanpa pengawalan. Dengan sundulan terarah, bola meluncur deras ke pojok gawang dan tak mampu dijangkau kiper Mesir.
Stadion bergemuruh. Para pemain Argentina langsung merayakan gol penentu itu di pinggir lapangan. Mesir yang sempat bermain heroik akhirnya harus mengakui keunggulan lawan yang lebih efektif memanfaatkan peluang di detik-detik kritis.
Kemenangan ini memastikan Argentina tetap berada di jalur perebutan gelar juara dunia. Mereka akan menghadapi lawan tangguh di perempat final, yang tentunya membutuhkan peningkatan performa terutama di lini pertahanan.
Bagi Mesir, kekalahan ini menjadi pahit mengingat mereka sempat unggul dan mampu merepotkan juara bertahan. Namun, penampilan mereka di turnamen ini patut diacungi jempol karena mampu bersaing dengan tim-tim besar dunia.