PADANG — Antusiasme warga Kota Padang mengisi Survei Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026 tercatat sangat tinggi. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang mencatat, hingga 6 Juli 2026, jumlah responden yang telah berpartisipasi mencapai 8.151 orang, atau lebih dari enam kali lipat target awal yang ditetapkan pemerintah pusat.
Meski angka partisipasi telah melampaui ekspektasi, Kesbangpol tetap mendorong seluruh unsur masyarakat yang menjadi sasaran survei untuk segera mengisi kuesioner. "Yang terpenting bukan hanya jumlah responden, tetapi keterwakilan seluruh unsur masyarakat. Semakin banyak elemen masyarakat yang berpartisipasi, semakin akurat pula gambaran tingkat harmoni di Kota Padang," ujar Kepala Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah, Selasa (7/7).
Survei Indeks Harmoni Indonesia merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri. Pengukuran dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk mengevaluasi tingkat keharmonisan masyarakat dari berbagai sisi.
Empat aspek utama yang diukur dalam survei ini meliputi:
Hasil pengukuran nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data (Evidence-Based Data).
Pemerintah pusat menargetkan 1.250 responden dari berbagai kalangan di Kota Padang. Unsur masyarakat yang menjadi sasaran meliputi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, kelompok tani, buruh, hingga komunitas lainnya.
"Target responden berasal dari berbagai kalangan, agar hasil survei benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat secara menyeluruh," kata Syahendri. Melalui survei ini, pemerintah ingin memastikan seluruh program pembangunan telah melibatkan semua unsur tanpa membedakan suku, agama, etnis, maupun golongan.
Kesbangpol Kota Padang mengingatkan bahwa pengisian Survei Indeks Harmoni Indonesia masih berlangsung hingga 17 Juli 2026. Masyarakat yang menjadi responden dapat mengakses kuesioner secara daring melalui laman https://surveiihai.neterra.id/s/surveiihai.
Pemko Padang berharap partisipasi aktif masyarakat dapat menghasilkan data yang mencerminkan kondisi keharmonisan Kota Padang secara utuh. "Indeks Harmoni Indonesia menggambarkan bagaimana pelaksanaan pembangunan dari sisi sosial, ekonomi, budaya, serta keberagaman," pungkas Syahendri. Hasil survei diharapkan mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.