LUBUKBASUNG — Program pemulihan ekonomi pascabencana di Agam mulai menyentuh warga secara langsung. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan setempat mencatat, 49 orang yang tersebar di dua nagari itu telah diverifikasi dan disetujui sebagai penerima bantuan TKMP khusus bencana.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, Budi Perwira Negara, menyebutkan sebagian besar penerima berada di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, yakni 48 orang. Satu orang lainnya berasal dari Nagari Koto Kaciak.
"Mereka adalah warga yang terdampak banjir bandang akhir November 2025. Dana ini khusus untuk modal usaha," kata Budi di Lubuk Basung, Rabu.
Setiap penerima akan mendapatkan Rp5 juta yang langsung dikucurkan oleh Kemenaker. Uang tersebut tidak boleh digunakan di luar rencana usaha yang sudah diajukan.
Kepala Bidang Produktivitas Pelatihan Tenaga Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja, Erianto, menjelaskan dana itu diperuntukkan membeli peralatan usaha dan barang dagangan. Tujuannya agar warga bisa segera membuka kembali lapak atau bengkel kecil yang sempat hanyut.
"Mereka mengusulkan proposal lewat aplikasi Kemenaker. Setelah diverifikasi, barulah ditetapkan sebagai penerima manfaat," ujarnya.
Selain bantuan khusus bencana, Agam juga kebagian jatah TKMP reguler untuk 28 pelaku usaha. Nilainya sama, Rp5 juta per orang. Bedanya, program reguler ini tidak dikhususkan untuk korban bencana, melainkan untuk warga yang baru merintis usaha.
Dengan tambahan ini, total ada 77 warga Agam yang mendapat suntikan modal dari Kemenaker dalam waktu dekat.
Pemulihan tidak berhenti di bantuan modal. Pemerintah pusat juga mengalokasikan 11 titik program padat karya bencana untuk Agam pada 2026 mendatang. Program ini dirancang untuk membuka lapangan kerja sementara bagi warga yang masih kesulitan pascabanjir.
Lokasi titik padat karya itu berada di dua kecamatan yang paling parah terdampak. Di Kecamatan Tanjung Raya, menyasar Nagari Bayua dan Nagari Koto Kaciak. Sedangkan di Kecamatan Palembayan, titiknya berada di Nagari Koto Silungkang.
"Program padat karya ini akan memberdayakan warga untuk membersihkan lingkungan dan membangun infrastruktur darurat," kata Budi.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Agam pada akhir November 2025 lalu merusak puluhan rumah dan tempat usaha. Banjir bandang menerjang beberapa nagari di Tanjung Raya dan Palembayan, membuat warga kehilangan mata pencaharian dalam sekejap.
Pemerintah daerah mencatat, sektor usaha mikro dan kecil menjadi yang paling terpukul. Banyak warung, bengkel, dan peternak kecil yang harus memulai dari nol. Program TKMP ini diharapkan menjadi injakan awal bagi mereka untuk bangkit kembali.