PADANG — Wahyudi (42), Aparatur Sipil Negara di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang, sengaja meluangkan waktu untuk mengantar dua anaknya yang baru memulai jenjang pendidikan. Satu anak masuk SD, satu lagi mulai belajar di tingkat TK di kompleks sekolah yang sama.
“Bagi mereka ini pengalaman baru. Karena itu, saya ingin mengantar langsung agar mereka lebih semangat,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Menurut Wahyudi, kehadiran ayah mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak di lingkungan yang baru. Ia mengaku tidak ingin melewatkan momen tersebut meski harus menyesuaikan jam kerja.
Joe (45) datang bersama istri dan kedua anaknya. Ia mengaku rutin mengantar anak ke sekolah, namun kali ini seluruh keluarga ikut hadir agar anak merasakan dukungan yang lebih besar.
Ia tergerak setelah menyaksikan video ajakan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di media sosial. “Kami ingin anak-anak merasakan kebersamaan yang utuh dari kedua orang tua,” kata Joe.
Pemprov Sumbar mendorong para ayah agar semakin aktif mendampingi pendidikan anak melalui gerakan tersebut. Program ini mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan.
Di SD Islam Al Azhar 32 Padang, sebagian besar siswa datang bersama ayah mereka. Suasana hari pertama belajar terasa lebih hangat dan penuh semangat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Para guru menyambut kedatangan orang tua dan siswa di gerbang sekolah. Beberapa ayah terlihat berfoto bersama anak-anak mereka di depan kelas sebelum meninggalkan lingkungan sekolah.
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi belajar, membangun rasa percaya diri anak, serta memperkokoh ketahanan keluarga sejak usia dini.