92 Ekor Kambing Etawa Diserahkan ke 5 Keluarga di Padang, Target Mustahik Jadi Muzaki

Penulis: Bastian Sihombing  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 12:24:01 WIB
Lima keluarga di Kampung Padayo, Padang, menerima 92 ekor kambing etawa dari UPZ Baznas Semen Padang sebagai bagian dari program zakat produktif.

PADANG — Sebanyak 92 ekor kambing etawa yang terdiri dari 46 ekor jantan dan 46 ekor betina telah diserahkan kepada lima keluarga penerima manfaat di Kampung Padayo. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan zakat produktif yang digagas UPZ Baznas Semen Padang sejak akhir 2023.

Program yang mengusung tema "Merawat Berkah, Peternak Kolektif Berdedikasi, Hasil Melimpah Tiada Henti" ini dirancang untuk menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga mustahik. Lokasi pengembangan dipilih di Padayo karena kawasan tersebut merupakan sentra peternakan kambing terbesar di Sumatera Barat, yakni Padayo Goat Farm.

Pelatihan Budi Daya dari Akademisi Universitas Andalas

Para penerima manfaat tidak sekadar menerima bantuan ternak. Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, mengatakan bahwa setiap keluarga penerima mendapatkan pelatihan teknis dari akademisi Fakultas Peternakan Universitas Andalas.

"Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit, pengelolaan pakan, pemeliharaan kesehatan ternak, pengaturan reproduksi, kebersihan kandang, pengolahan susu, hingga pengelolaan usaha," ujar Verdy dalam keterangannya, Senin.

Pelatihan dan pendampingan ini melibatkan langsung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat serta Dinas Pertanian Kota Padang. Keterlibatan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci keberlanjutan program.

Target Transformasi: Dari Penerima Zakat Jadi Pembayar Zakat

Verdy menegaskan bahwa meskipun tahapan program resmi berakhir, proses pemberdayaan diharapkan terus berlanjut melalui pembinaan instansi terkait. Dukungan lanjutan dibutuhkan pada aspek teknis peternakan, kesehatan hewan, manajemen usaha, pengolahan produk, hingga pemasaran.

"Harapan kami, para penerima manfaat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat semakin mandiri secara ekonomi. Pada masa mendatang, kami ingin mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, tetapi justru mampu menjadi muzaki atau pemberi zakat," katanya.

Akademisi: Peternakan Sektor Strategis untuk Ketahanan Pangan

Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Nurhayati, mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

"Ada ungkapan bahwa negeri yang kaya akan ternak tidak akan miskin. Peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan, lapangan kerja, dan penghasilan bagi masyarakat," ujar Nurhayati.

Ia menambahkan, Fakultas Peternakan Universitas Andalas terbuka untuk terus bekerja sama dengan UPZ Baznas Semen Padang dalam berbagai program pengembangan peternakan dan peningkatan kapasitas peternak ke depan.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top