SUMATERA BARAT — Spotify resmi memperkenalkan fitur asisten AI baru bernama "Talk to Spotify" dalam versi beta untuk pelanggan Premium. Pengumuman ini disampaikan melalui Engadget pada hari ini. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan aplikasi menggunakan bahasa alami, baik melalui suara maupun teks.
Asisten ini mengakses data riwayat dengar pengguna dan basis pengetahuan umum tentang artis, album, lagu, podcast, hingga buku audio. Spotify menyebut fitur ini bisa digunakan di tampilan Beranda (Home) dan layar Pemutaran (Now Playing) versi mobile.
Yang menarik, asisten ini bisa mempertahankan konteks percakapan. Artinya, pengguna bisa mengajukan permintaan berlapis tanpa harus mengulang dari awal. Misalnya, minta diputarkan artis yang belum pernah didengar, lalu menambahkan permintaan spesifik seperti "tambahkan Bad Bunny" atau "persempit ke lagu terbarunya saja".
Spotify memberikan beberapa contoh skenario penggunaan fitur ini. Pengguna bisa bertanya soal rekomendasi seperti "Putarkan beberapa artis yang belum pernah saya dengar". Untuk eksplorasi konten, pertanyaan seperti "Apa inspirasi di balik album Radical Optimism milik Dua Lipa?" juga bisa dijawab.
Fitur ini juga mendukung penelusuran data personal, misalnya "Kapan pertama kali saya mendengarkan lagu ini?" atau "Genre apa yang akhir-akhir ini saya dengarkan?". Untuk penggemar podcast dan buku audio, pertanyaan seperti "Podcast lain apa yang pernah dihadiri tamu ini?" atau "Buku lain apa yang ditulis penulis ini?" bisa langsung dijawab.
Menurut keterangan resmi Spotify, fitur ini diluncurkan secara bertahap dalam tahap beta. Hanya pengguna Premium berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia yang bisa mengaksesnya. Perangkat yang didukung adalah iOS dan Android, dengan bahasa pengantar Inggris.
Spotify menekankan bahwa masukan dari pengguna akan sangat menentukan pengembangan fitur ini ke depan. Perusahaan belum menyebutkan rencana perluasan ke negara lain, termasuk Indonesia.
Fitur "Talk to Spotify" menjadi langkah Spotify mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam layanan streaming musik. Bagi pengguna Premium di luar tiga negara tersebut, fitur ini masih harus ditunggu kedatangannya.