SOLOK — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solok menggencarkan literasi digital di kalangan pelajar dengan menyasar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Materi tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam kegiatan tersebut.
Kepala Diskominfo Kota Solok, Nurzal Gustim, menegaskan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kompetensi wajib bagi generasi muda. "Melalui kegiatan MPLS ini kami ingin membekali para siswa dengan kemampuan menggunakan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab," ujarnya di Solok, Selasa.
Menurutnya, AI adalah inovasi yang memberikan banyak manfaat, namun penggunaannya harus tetap diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, etika, dan kreativitas. "Jangan sampai teknologi menggantikan proses belajar, tetapi jadikan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas diri," tambah Nurzal.
Pembekalan dilaksanakan secara serentak oleh dua tim. Tim I dipimpin Kepala Bidang Tata Kelola E-Government dan Statistik, Adel Wiratama, yang memberikan materi di SMA Negeri 3 Kota Solok. Sementara Tim II dipimpin Kepala Seksi Statistik, Febriana, yang menyampaikan materi di SMA Negeri 4 Kota Solok.
Dalam penyampaian materi, narasumber mengulas berbagai aspek literasi digital. Mulai dari etika bermedia digital, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, mengenali hoaks dan disinformasi, hingga memanfaatkan internet sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi AI yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. AI dinilai mampu membantu proses pembelajaran apabila dimanfaatkan secara tepat, namun penggunaannya tetap harus disertai sikap kritis agar tidak menimbulkan ketergantungan.
Pemateri mengingatkan pentingnya menjaga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kejujuran akademik dalam memanfaatkan AI. Teknologi tersebut hendaknya digunakan sebagai alat bantu untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti proses belajar.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, keamanan data pribadi, serta cara menggunakan teknologi digital secara sehat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kota Solok terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Nurzal berharap edukasi kepada pelajar dapat menjadi bekal dalam mewujudkan ekosistem digital yang aman, sehat, produktif, dan bertanggung jawab di Kota Solok.