SUMATERA BARAT — Videonya memang cepat menyebar dan langsung memicu kekhawatiran di kalangan pemilik BYD Tang, terutama yang kerap melintasi genangan air. Dalam rekaman yang beredar, bagian tertentu dari mobil tampak terlepas saat SUV tersebut berusaha melewati banjir setinggi hampir setengah meter di jalanan Shenyang, pekan lalu.
BYD melalui pernyataan resminya menjelaskan bahwa komponen yang ambrol bukan karena kualitas material yang buruk. Menurut hasil investigasi internal, bagian tersebut rusak setelah menerima benturan keras dari objek di dalam air yang tidak terlihat oleh pengemudi. "Insiden ini murni akibat benturan fisik dengan benda asing di genangan banjir," tulis perwakilan BYD dalam rilis yang diterima media setempat.
Pabrikan juga menekankan bahwa SUV Tang telah melewati berbagai uji ketahanan, termasuk uji wading depth atau kemampuan melintas air, sesuai standar internasional. Tidak ada temuan kelemahan struktural atau material pada komponen yang dimaksud.
Meski klarifikasi sudah keluar, insiden ini tetap menjadi sorotan karena BYD Tang adalah salah satu model andalan yang juga diekspor ke berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, BYD memang belum memasarkan model Tang secara resmi, tapi beberapa unit sudah beredar melalui jalur importir umum.
Pertanyaan yang muncul di forum-forum pemilik BYD di China adalah apakah ada potensi kelemahan pada sistem pengikat komponen bawah mobil saat terkena tekanan air. BYD membantah hal tersebut dan menyebut kasus ini terisolasi, bukan indikasi kelemahan desain.
Sebagai tindak lanjut, BYD mengimbau pemilik SUV Tang untuk tetap berhati-hati saat memaksakan diri melintasi banjir dengan ketinggian ekstrem. "Kami sarankan untuk tidak memaksakan kendaraan melintas jika ketinggian air melebihi batas wading depth yang tertera di buku manual," tambah pernyataan tersebut.
Pabrikan juga memastikan bahwa jika ada pemilik yang mengalami masalah serupa, proses klaim garansi dan perbaikan akan ditangani secara normal melalui jaringan diler resmi. Hingga saat ini, belum ada laporan insiden serupa dari pemilik BYD Tang di luar China.