LUBUK BASUNG — Bukan sekadar bantuan sembako atau perbaikan rumah, pemulihan pascabencana di Agam menyentuh sisi psikologis warga secara mendalam. PNM Cabang Padang menggelar trauma healing yang dipandu psikolog Anggreini Ade Putri Remiyanto, M.Psi., di Nagari Salareh Aia, diikuti 76 peserta.
Para warga diajak mengenali dan mengelola emosi terpendam, mengurangi tekanan psikologis, hingga membangun kembali rasa aman. Tujuannya satu: memupuk optimisme untuk memulai hidup baru setelah bencana.
Di Huntara OW Linggai, sebanyak 39 peserta tidak hanya menjalani sesi pemulihan trauma. Mereka juga mendapat edukasi kebencanaan dan pemaparan potensi usaha berbasis hasil perikanan Danau Maninjau.
Suasana berubah haru sekaligus motivatif saat Dedek, nasabah PNM Mekaar sekaligus pengusaha sukses olahan ikan danau, berbagi kisah perjuangannya. Diskusi interaktif itu menjadi ruang terbuka bagi peserta saling bertukar pengalaman dan menggali peluang usaha baru dari komoditas lokal yang melimpah.
Pemimpin Cabang PNM Padang Hendra Jalius menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak bisa hanya menyentuh aspek fisik dan infrastruktur. "Harus menyentuh sisi psikologis warga secara mendalam," katanya di Agam, Jumat.
PNM berkomitmen hadir lebih dekat melalui akses pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan. Harapannya, warga kembali kuat secara mental, sosial, dan ekonomi, serta berani menjalankan usaha dengan pola kehidupan yang lebih mandiri.
Program ini dipastikan menjadi langkah awal dari rangkaian pemulihan terintegrasi. PNM bersama Pemkab Agam, BPBD, pemerintah nagari, dan pelaku usaha akan membentuk klaster ekonomi berkelanjutan.
Potensi perikanan Danau Maninjau menjadi sektor yang akan didorong. Mulai dari penguatan kemampuan produksi, pengolahan, pemasaran, hingga daya saing produk lokal. Prosesnya bertahap: penguatan psikologis, peningkatan kapasitas, identifikasi potensi ekonomi, lalu pembentukan klaster usaha yang tangguh.