LUBUK BASUNG — Banjir yang merendam Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, memaksa ratusan kepala keluarga meninggalkan rumah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengonfirmasi bahwa 20 rumah di Jorong Labuah terendam air setinggi sekitar 70 sentimeter. Dari lokasi itu saja, sebanyak 250 warga mengungsi.
Total keseluruhan pengungsi mencapai 450 jiwa. Mereka memilih bertahan di rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman. Sementara itu, 20 kepala keluarga atau 60 jiwa sempat terjebak derasnya arus banjir.
Hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu sore hingga malam. Air Sungai Batang Tumayo naik dengan cepat dan meluap ke pemukiman. Sebagian warga berhasil menyelamatkan diri secara mandiri sebelum tim tiba di lokasi.
“Korban sudah evakuasi mandiri dan ada sebagian dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI dan lainnya,” kata Abdul Ghafur, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Ghafur, banjir di Nagari Sungai Batang bukanlah kejadian yang baru pertama kali terjadi. Wilayah tersebut menjadi lebih rentan tergenang setelah Sungai Batang Tumayo mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang pada akhir November 2025.
“Ini merupakan banjir yang sering terjadi, karena sungai mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025,” jelasnya.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Debit air mulai surut sehingga sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan kerusakan.
Meski situasi berangsur normal, BPBD mengimbau warga tetap waspada. Masyarakat diminta segera mengungsi apabila hujan deras kembali turun dan banjir mengancam keselamatan.