SUMATERA BARAT — Kelangkaan chip RAM yang dijuluki "RAMaggedon" tidak akan selesai tahun depan. Samsung, pemasok sekitar sepertiga chip memori dunia, menyatakan dalam laporan pendapatan kuartal kedua bahwa pasokan ketat akan berlanjut hingga 2028. Laboratorium AI terdepan bahkan membagikan proyeksi permintaan jangka menengah dan panjang mereka langsung ke Samsung demi mengamankan pasokan chip.
Kondisi ini mengubah cara Samsung beroperasi. Perusahaan kini memprioritaskan pelanggan yang bersedia menandatangani kontrak jangka panjang. Visibilitas permintaan multi-tahun ini memungkinkan Samsung memasang peralatan dan meningkatkan produksi tanpa khawatir permintaan mengering, sekaligus menghindari siklus boom-and-bust yang selama ini melanda industri memori.
Kenaikan harga chip menjadi pisau bermata dua bagi Samsung. Unit semikonduktor mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah di kuartal kedua, tetapi divisi ponsel dan TV justru mengalami penurunan profitabilitas. Biaya komponen yang lebih mahal memangkas margin keuntungan.
Samsung sudah mulai membebankan sebagian kenaikan biaya tersebut ke konsumen dengan menaikkan harga ponsel dan tablet Galaxy. Hasilnya, permintaan perangkat ini justru turun. Apple, pesaing utama Samsung, juga menaikkan harga MacBook, Mac, dan iPad bulan lalu. Dalam laporan pendapatannya, Apple memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartal berikutnya melambat ke kisaran 9–11 persen year-over-year, turun dari pertumbuhan 16 persen pada kuartal sebelumnya.
Dampak kelangkaan chip memori tidak berhenti di ponsel dan laptop. Produsen memori mengalihkan kapasitas produksi ke pusat data AI, menjauh dari elektronik konsumen. Nvidia diperkirakan menaikkan harga kartu grafis konsumennya sebesar 20–30 persen. Kenaikan ini berpotensi mendongkrak harga perangkat gaming, PC desktop, konsol, hingga laptop di seluruh dunia.
Bagi konsumen Indonesia, situasi ini berarti anggaran pembelian gadget tahun depan perlu disiapkan lebih besar. Harga ponsel flagship, laptop, dan komponen PC diprediksi terus merangkak naik seiring biaya produksi yang meningkat. Satu-satunya kabar baik: Samsung dan Apple sama-sama masih mempertahankan lini produk entry-level, meski dengan spesifikasi yang mungkin lebih rendah dari generasi sebelumnya.
Keputusan beli yang cerdas saat ini adalah mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. Jika perangkat yang dimiliki masih berfungsi baik, menunggu hingga pasar memori stabil bisa menjadi pilihan. Namun bagi yang membutuhkan perangkat baru segera, membeli lebih awal sebelum kenaikan harga berikutnya bisa menghemat pengeluaran.