SatuPena Sumbar dan Sumbar Talenta Pukau Penonton di Singapura Lewat Safari Puisi Empat Negara, Sajikan Tari Pusako hingga Puisi Esai

Penulis: Maruli Sinaga  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:43:32 WIB
Pembacaan puisi esai "Kampungku di Aceh Hilang" oleh rombongan SatuPena Sumbar menjadi momen haru di Woodlands Regional Library, Singapura.

SINGAPURA — Duka atas bencana di kampung halaman menjadi benang merah yang menyatukan sekaligus mengharukan penonton dalam pertunjukan "Jalinan Serumpun: Safari Puisi dan Seni" di Woodlands Regional Library, Sabtu petang. Rombongan dari Sumatera Barat yang berjumlah 10 orang menampilkan pembacaan puisi, puisi esai, hingga tari tradisional di hadapan puluhan penonton yang memadati auditorium perpustakaan umum tersebut.

Ketua SatuPena Sumatera Barat, Sastri Bakry, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rombongan membawa persembahan spesial berupa pembacaan puisi esai berjudul "Kampungku di Aceh Hilang" karya Denny JA, Ketua Umum SatuPena. Sajian tersebut menjadi pengingat akan duka bencana yang melanda negeri serumpun.

Penyair Senior Singapura Sambut Hangat Lewat Puisi

Kedatangan rombongan Sumbar disambut hangat oleh budayawan Singapura. Isa Kamari, penyair adiluhung penerima Cultural Medallion Singapore 2007 dan S.E.A. Write Award 2006, membacakan puisinya berjudul "Kasih Seorang Seniman" sebagai bentuk kegembiraannya atas terselenggaranya acara ini.

"Sungguh saya sangat gembira dapat menghadiri pertunjukan ini," ujar Isa Kamari dalam pidato pembukaannya.

Seni dan Budaya Jadi Jembatan Silaturahmi Serumpun

Hartinah Ahmad dari ASTRIA menyebut seni dan budaya berperan sebagai jembatan pertemuan antara SatuPena Sumatera Barat dan Sumbar Talenta dengan para seniman Singapura. Ia menegaskan rombongan dari Ranah Minang diterima dengan senang hati.

"Dengan jiwa dan raga kami menerima rombongan dari Sumatera Barat dengan senang hati. Persembahan dari Sumatera Barat dan Singapura tentu sangat menghibur," tutur Hartinah.

Selain pembacaan puisi, penampilan tari Garak Garik Piriang Pusako oleh Sumbar Talenta turut menyedot perhatian penonton. Tarian khas Minangkabau ini menjadi suguhan visual yang memperkaya panggung sastra malam itu.

Daftar 10 Seniman dan Sastrawan Sumbar di Singapura

Rombongan Sumatera Barat yang tampil dalam acara ini terdiri dari Sastri Bakry selaku ketua, Armaidi Tanjung, Zusneli Zubir, Andria Catri Tamsin, Yenni Ibrahim, Kharles, Siska Saputri, Dendi, Thalia, dan Nuning Purnama.

Sastri Bakry menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ASTRIA, National Arts Council Singapore, ACE The Place Community Club, ACE The Place CC MAEC, dan Ombak Production House atas dukungan penuh sehingga acara lintas negara ini dapat berjalan lancar.

Penonton Singapura Larut dalam Pertunjukan

Usai pertunjukan, suasana haru dan decak kagum masih terasa di Auditorium Woodlands Regional Library. Ihsan, Stage Manager Pertunjukan sekaligus Ketua II ASTRIA, mengaku penampilan dari Sumatera Barat berhasil menghibur penonton lokal.

"Sepanjang persembahan hari ini, terutama dari Sumatera Barat tadi mantap. Sangat menghibur, semuanya mantap. Penonton dari Singapura pun sangat terhibur dengan apa yang ditampilkan," ujar Ihsan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa meskipun dipisahkan lautan, ikatan sastra dan budaya tetap menyatukan bangsa serumpun Indonesia dan Singapura.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: bentengsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top