SUMATERA BARAT — Tradisi mandi balimau yang biasa digelar menyambut bulan suci Ramadan kembali berlangsung meriah di aliran air terjun Sungai Gemuruh. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah selebritas yang kebetulan sedang berada di lokasi, berbaur dengan warga yang telah menantikan momen tahunan ini.
Bagi para selebritas yang ikut serta, pengalaman tersebut terasa sangat istimewa. Sebab, ini merupakan kali pertama mereka mengikuti prosesi mandi balimau secara langsung di tengah alam terbuka.
Suasana kebersamaan terlihat kental ketika para pendatang dari ibu kota itu turun ke aliran air terjun. Mereka tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi penyiraman air yang telah didoakan hingga berbaur dengan warga lokal.
Kegembiraan itu tidak hanya dirasakan oleh para selebritas. Warga yang sudah terbiasa dengan tradisi ini juga menyambut hangat kehadiran mereka, menjadikan momen mandi balimau kali ini terasa lebih semarak dari biasanya.
Mandi balimau merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Minangkabau yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Kegiatan ini bermakna sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Air yang digunakan biasanya telah dicampur dengan jeruk nipis atau limau, yang dalam filosofi Minangkabau dipercaya dapat membersihkan diri dari hal-hal yang tidak baik. Prosesi ini menjadi penanda kesiapan spiritual warga dalam menyambut datangnya bulan suci.
Lokasi air terjun Sungai Gemuruh yang berada di Sumatera Barat memang dikenal memiliki pemandangan alam yang masih asri. Keberadaan tradisi mandi balimau di lokasi ini sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya yang autentik.
Perpaduan antara keindahan alam dan kearifan lokal yang terjaga membuat momen ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga potensi wisata budaya yang patut dilestarikan. Warga berharap tradisi ini terus berlanjut dan semakin dikenal oleh generasi muda maupun pendatang dari luar daerah.