SUMATERA BARAT — Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, pola angin musiman yang rutin terjadi berpotensi membawa asap karhutla dari wilayah Kalimantan melintasi batas negara. "Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin," ujarnya di Jakarta, Senin (24/8). Kondisi ini membuat sebaran asap tidak dapat dibendung oleh batas administrasi wilayah.
Menanggapi potensi tersebut, BNPB menegaskan pendekatan penanganan lintas batas tidak boleh diarahkan pada saling menyalahkan antarnegara. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan menyebut karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. "Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton.
Untuk menekan produksi asap dari sumbernya, pemerintah mengerahkan sumber daya besar dalam operasi penanganan karhutla. Sebanyak 52 pesawat dikerahkan untuk operasi di enam provinsi prioritas, terdiri dari 30 pesawat yang beroperasi di Kalimantan dan 22 pesawat lainnya di Sumatra. Selain itu, kekuatan TNI AU juga ditambah untuk memperkuat operasi di wilayah Kalimantan.
Operasi ini melibatkan pemadaman darat, patroli dan pemadaman udara, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Personel TNI-Polri juga diperkuat bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Langkah penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Berton menjelaskan, strategi utama difokuskan pada pengendalian api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin. Logikanya, apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, produksi asap dan potensi dampak lintas batas dapat ditekan. "Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ungkapnya.
Pemerintah memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap lintas batas. Namun, BNPB menekankan bahwa Indonesia telah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla. "Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," tuturnya.
Ardhasena menyebutkan, langkah penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh BNPB. Koordinasi ini mencakup seluruh aspek operasional di lapangan maupun komunikasi dengan pihak terkait. BNPB juga meminta Malaysia dan Singapura untuk tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan.
Pendekatan yang diusulkan adalah kerja sama regional dalam mengurangi dampak asap lintas batas. Setiap negara diminta melakukan upaya maksimal di wilayahnya masing-masing. Penanganan bersama ini dinilai lebih konstruktif dibandingkan memperdebatkan sumber asap secara spekulatif yang justru menghambat upaya pemadaman dan mitigasi.