Pemkot Bukittinggi Luncurkan Database Drainase Digital, Warga Bisa Pantau Titik Rawan Genangan Secara Real-Time

Penulis: Ronal Siregar  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:26:31 WIB
Warga dapat mengakses peta jaringan drainase dan lokasi rawan genangan melalui platform webgis yang diluncurkan Dinas PUPR Kota Bukittinggi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bukittinggi meluncurkan database drainase berbasis digital untuk memudahkan warga memantau kondisi saluran air di lingkungannya. Melalui sistem infografis web (webgis), masyarakat dapat mengakses peta jaringan drainase dan melihat lokasi rawan genangan saat hujan turun.

BUKITTINGGI — Warga Kota Bukittinggi kini bisa memantau kondisi saluran drainase di sekitar tempat tinggalnya hanya melalui gawai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat meluncurkan database drainase berbasis digital yang bisa diakses publik kapan saja.

Kepala Dinas PUPR Bukittinggi, Rahmat A.E, mengatakan platform ini dirancang untuk menjawab keluhan warga soal genangan yang kerap muncul saat hujan deras. "Keberadaan database tidak hanya memudahkan pemerintah dalam melakukan perencanaan dan pemeliharaan, namun juga menjadi sarana informasi bagi masyarakat menjadi salah satu acuan untuk mengetahui kondisi drainase terutama di kawasan yang rawan terjadi genangan saat hujan," ujarnya, Rabu (26/8).

Data Lengkap: dari Tipe Saluran hingga Sedimentasi

Webgis yang dikembangkan Dinas PUPR ini bukan sekadar peta biasa. Data yang tersaji mencakup jaringan dan lokasi drainase, tipe serta dimensi saluran kondisi eksisting, hingga informasi sedimentasi dan permasalahan pada saluran.

Artinya, warga tidak hanya tahu di mana saluran berada, tetapi juga bisa melihat seberapa parah kerusakan atau penyumbatan yang terjadi. Informasi ini disajikan dalam bentuk peta digital sehingga mudah dipahami masyarakat awam.

Mengapa Digitalisasi Drainase Penting bagi Bukittinggi?

Kota Bukittinggi yang berada di dataran tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan air. Curah hujan yang tinggi kerap memicu genangan di pemukiman padat penduduk.

Dengan data yang terintegrasi, pemerintah bisa melakukan pemetaan permasalahan drainase secara lebih akurat. "PUPR dapat melakukan pemetaan permasalahan drainase dan menentukan penanganan sesuai prioritas," kata Rahmat.

Warga Diminta Ikut Awasi Saluran Air

Peluncuran database ini mengubah posisi warga dari sekadar penerima manfaat menjadi pengawas infrastruktur. Masyarakat diimbau melaporkan saluran yang tersumbat atau rusak melalui kanal yang tersedia.

Rahmat juga menekankan pentingnya peran aktif warga menjaga fungsi drainase. Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah ke dalam saluran, karena hal itu menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air saat hujan.

"Upaya ini diharapkan mendukung penanganan genangan secara lebih cepat dan tepat serta mewujudkan Kota Bukittinggi yang lebih tertata serta nyaman bagi masyarakat," pungkas Rahmat.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top