Pencarian

Konflik AS-Iran Hantam Pasar Tenaga Kerja Inggris, PHK Membludak dan Lowongan Kerja Anjlok ke Titik Terendah

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:56 WIB
Konflik AS-Iran Hantam Pasar Tenaga Kerja Inggris, PHK Membludak dan Lowongan Kerja Anjlok ke Titik Terendah
Jumlah lowongan kerja di Inggris turun ke titik terendah sejak April 2021 akibat konflik AS-Iran dan kenaikan biaya tenaga kerja.

SUMATERA BARAT — Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dipicu oleh perang dagang Amerika Serikat dan Iran kini benar-benar menerpa Inggris. Laporan resmi ONS yang dirilis Jumat (29/5/2026) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan pada periode Februari hingga April 2026 merosot 28.000 posisi atau 3,9%, menjadi hanya 705.000. Angka ini merupakan yang terendah sejak April 2021, saat ekonomi dunia masih limbung akibat pandemi.

Penyebab PHK: Pajak Tenaga Kerja dan Biaya Gaji yang Kian Mahal

Direktur Statistik Ekonomi ONS, Liz McKeown, mengungkapkan sektor perhotelan dan ritel menjadi korban paling parah. "Sektor-sektor dengan gaji rendah seperti perhotelan dan ritel telah mengalami penurunan terbesar dalam jumlah lowongan dan jumlah karyawan," ujarnya dikutip dari BBC.

Penyebab utamanya bukan semata karena perang, melainkan efek berantai yang dipicu oleh kenaikan biaya tenaga kerja. Banyak perusahaan menunda perekrutan karena terbebani oleh perubahan pajak ketenagakerjaan. Akibatnya, gelombang PHK tak terhindarkan dan tingkat pengangguran naik signifikan.

Gaji Melambat, Suku Bunga Terjebak di Level Tinggi

Di tengah krisis lapangan kerja, pertumbuhan pendapatan warga Inggris justru melambat. Rata-rata pertumbuhan upah turun menjadi 3,4% pada kuartal I-2026, atau hanya 0,3% lebih tinggi setelah memperhitungkan inflasi. Dalam kondisi normal, perlambatan upah seperti ini biasanya mendorong bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Namun, situasi kali ini berbeda. Kepala Strategi di Wealth Club, Susannah Streeter, menegaskan bahwa Bank of England (BoE) justru kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga. "Mengingat kekhawatiran inflasi, suku bunga tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama," kata Streeter. Artinya, masyarakat harus bersiap dengan biaya pinjaman yang tetap mahal, sementara pendapatan mereka menyusut.

Ancaman Konflik Berkepanjangan Makin Menekan Dunia Usaha

Para analis memperingatkan bahwa ini baru permulaan. Jika konflik AS-Iran terus berlanjut, permintaan tenaga kerja diprediksi akan semakin melemah. Dunia usaha akan semakin berhati-hati dalam berekspansi, dan angka pengangguran berpotensi terus merangkak naik. Inggris kini menghadapi tekanan ganda: PHK di satu sisi dan biaya hidup yang tetap tinggi di sisi lain.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks