PADANG — Pakar Ilmu Teknologi Pangan dari Universitas Andalas (UNAND), Prof Novelina, menyatakan bahwa daging kurban yang disimpan di dalam freezer selama satu hingga dua bulan masih tergolong aman untuk dikonsumsi. Syarat utamanya, suhu ruang penyimpanan harus stabil dan daging tetap dalam kondisi beku hingga akan dimasak.
"Ya sebulan atau dua bulan mungkin bisa, tergantung kondisi dagingnya di awal terutama kebersihannya," kata Prof Novelina di Kota Padang, Jumat.
Suhu Beku Jadi Kunci Keamanan Daging Kurban
Menurut Prof Novelina, banyak masyarakat yang sengaja menyimpan daging kurban dalam freezer dalam waktu lama tanpa memantau suhu. Padahal, fluktuasi suhu bisa memicu aktivitas mikroba yang menghasilkan racun berbahaya.
"Jadi, selama disimpan dalam kondisi beku dan suhunya di bawah nol derajat celsius maka daging tersebut aman untuk dikonsumsi," ujarnya.
Ia memperingatkan bahwa daging yang tidak disimpan pada suhu tepat bisa mengandung metabolit beracun akibat pertumbuhan mikroba. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius.
Jeroan Perlu Direbus Sebelum Dibekukan
Khusus untuk jeroan seperti usus dan limpa, Prof Novelina menyarankan langkah berbeda. Sebelum dimasukkan ke freezer, jeroan harus direbus terlebih dahulu untuk membunuh bakteri yang rentan berkembang biak di organ tersebut.
"Direbus dulu, paling tidak sudah mematikan mikroba karena jeroan itu kan rentan mikrobanya," saran Prof Novelina.
Langkah ini penting untuk mencegah bakteri menyebar ke daging lain di dalam freezer selama proses penyimpanan.
Ancaman Penyakit Akibat Daging Tak Higienis
Prof Novelina mengingatkan bahwa patogen yang terdapat dalam daging bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari muntah-muntah, diare, pusing, hingga kehilangan kesadaran dan gangguan pada sistem saraf manusia.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga higienitas daging sejak proses penyembelihan hingga penyimpanan. Kebersihan alat, wadah, dan tangan saat menangani daging menjadi faktor penentu keamanan pangan di rumah tangga.